Dewan Inginkan Sosok Profesional
Terkait Rekrutmen Petinggi Perumda Pasar MGS
Pasar Beringkit tidak keluar jalur dan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat
MANGUPURA, NusaBali
Komisi III DPRD Badung menyoroti rekrutmen petinggi Perumda (Perusahaan Umum Daerah) Pasar dan Pangan MGS (Mangu Giri Sedana) yang dijadwalkan pada 15–19 Desember 2025 mendatang. Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan mendesak pemerintah agar rekrutmen untuk mengisi jabatan Direktur Utama, Direktur Umum, serta Dewan Pengawas melahirkan sosok profesional demi memastikan operasional Perumda MGS berjalan optimal.
Menurut Ponda Wirawan, keberadaan direksi definitif sangat mendesak karena mereka memegang kewenangan strategis dalam pengambilan keputusan. “Kami apresiasi langkah Bupati membuka rekrutmen ini. Namun yang terpenting, direksi yang terpilih nanti harus benar-benar profesional dan mampu menjalankan kebijakan secara tepat,” ujar Ponda Wirawan, dikonfirmasi di Badung, Selasa (2/12).
Politisi PDI Perjuangan asal Desa Mambal, Kecamatan Abiansemal itu melanjutkan, kompetensi calon direktur terutama terkait pemahaman mereka tentang sejarah dan dinamika Pasar Beringkit yang selama ini menjadi ikon Perumda MGS. Menurutnya, pemahaman historis yang memadai diperlukan dalam rangka menyusun arah pembangunan Perusahaan Pasar. “Direksi terpilih harus bisa membuat blueprint kerja 3–5 tahun ke depan. Itu menjadi acuan utama agar pengembangan Pasar Beringkit tidak keluar jalur dan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat,” kata Ponda Wirawan.
Sementara terkait peran DPRD dalam proses seleksi, diakui bahwa proses sebelumnya dewan menggelar fit and proper test. Namun kini seluruh kewenangan rekrutmen beralih ke kepala daerah. “Kami tinggal menunggu siapa yang terpilih. Setelah itu kami akan gelar rapat kerja pertama untuk meminta mereka mempresentasikan blueprint rencana kerja. Kami tetap akan mengawasi kinerja mereka,” tegas Ponda Wirawan.
Pada bagian lain, Ponda Wirawan juga turut menanggapi pernyataan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa yang menyebutkan wacana Pasar Beringkit, Kecamatan Mengwi menjadi mal dan bioskop. Menurutnya, informasi itu perlu diluruskan, bahwa konsep yang dimaksud lebih mengarah pada penataan pasar secara modern, rapi, dan atraktif. “Mungkin bukan mal atau bioskop seperti dibayangkan, tapi penataan agar pasar lebih modern dan punya atraksi yang bisa menarik konsumen. Banyak peluang bisnis bisa dikembangkan tanpa menghilangkan fungsi pasar tradisional,” tegasnya.ind
Komentar