nusabali

2 Pohon Tumbang di Jalur Denpasar-Gilimanuk

  • www.nusabali.com-2-pohon-tumbang-di-jalur-denpasar-gilimanuk

NEGARA, NusaBali - Jalur utama Denpasar–Gilimanuk di wilayah Kabupaten Jembrana kembali dilanda bencana dengan dua pohon tumbang dalam kurun waktu beberapa jam pada Senin (1/12) malam dan Selasa (2/12) dini hari. Kedua insiden tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas.

Pohon  berhasil ditangani dengan cepat oleh pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana. Peristiwa pertama terjadi pada Senin (1/12) malam sekitar pukul 23.40 Wita di kilometer 58–59, tepatnya di Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan. Sebuah pohon jenis Sonokeling berukuran besar dilaporkan tumbang dan melintang di badan jalan akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah setempat.

Tumbangnya pohon tersebut sempat mengakibatkan kemacetan panjang. Mendapat laporan dari masyarakat, Unit Kegiatan Lapangan (UKL) 1 Polsek Pekutatan di bawah pimpinan Perwira Pengendali (Padal) Aiptu Komang Suarsa segera menuju lokasi kejadian.

Personel kepolisian bersama warga setempat bahu-membahu melakukan pembersihan batang pohon yang menutup jalan menggunakan alat manual. Selama proses evakuasi, petugas menerapkan sistem buka–tutup jalur untuk mengatur kendaraan yang melintas. Sekitar pukul 01.00 Wita, pembersihan selesai dilakukan, dan arus lalu lintas kembali normal. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam insiden ini.

Berselang beberapa jam kemudian, pohon tumbang kembali terjadi di jalur yang sama pada Selasa (2/12) sekitar pukul 03.20 Wita. Kali ini, lokasi kejadian berada di sebelah barat Pasar Umum Melaya, Desa/Kecamatan Melaya.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, pohon jenis Jati setinggi sekitar 12 meter dengan diameter kurang lebih 20 sentimeter tumbang ke arah jalan. Penyebabnya adalah kondisi akar pohon yang sudah lapuk serta tiupan angin yang cukup kencang.

Peristiwa itu dilaporkan oleh masyarakat pada pukul 03.30 Wita dan sempat menghambat arus lalu lintas dari arah timur. Menanggapi laporan tersebut, TRC Regu II dan Pusdalops BPBD Jembrana segera bergerak melakukan penanganan dan kaji cepat. Proses pembersihan berjalan lancar dalam kondisi cuaca berawan, dan situasi di lokasi kini sudah kondusif. "Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material. Namun sempat menganggu arus lalu lintas sehingga anggota kita segera melakukan penanganan ke lokasi," ucap Agus Artana.

Agus Artana mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama saat melintasi jalur rawan pohon tumbang di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Di mana musim hujan dan angin kencang akhir-akhir ini diperkirakan masih akan terjadi hingga awal tahun 2026 nanti.7 ode

Komentar