nusabali

Bupati Satria Meninjau Perbaikan Saluran Irigasi Subak Tohpati

  • www.nusabali.com-bupati-satria-meninjau-perbaikan-saluran-irigasi-subak-tohpati

SEMARAPURA, NusaBali - Bupati Klungkung I Made Satria meninjau langsung perbaikan saluran irigasi Subak Tohpati, Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (1/12). Bupati Satria menegaskan perbaikan ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

“Saluran irigasi yang selama bertahun-tahun tidak tertangani, sekarang sudah mulai ditangani atas bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Kami berjuang keras sejak awal agar proses perbaikan ini bisa direalisasikan dan petani Subak Tohpati bisa kembali bertani,” ujar Bupati Satria. 

Bupati Satria menekankan pentingnya pengawasan di lapangan agar kualitas pekerjaan benar-benar terjaga. Secara khusus menugaskan Perbekel Desa Tohpati agar mengawasi perbaikan ini agar hasilnya maksimal dan tidak dikerjakan asal-asalan. Menurutnya, perbaikan saluran sepanjang 100 meter ini sebagai upaya mengembalikan fungsi sawah yang lama terbengkalai. “Ini salah satu program prioritas pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan. Kami ingin menunjukkan bahwa lahan tidur bisa dihidupkan kembali menjadi sawah produktif,” tegasnya. 

Kerusakan saluran irigasi Subak Tohpati pertama kali terjadi pada tahun 2016, ketika saluran utama jebol dan suplai air ke sawah terhenti total. Kelian Subak I Nengah Sudana dalam beberapa kali kesempatan menjelaskan, lebih dari 25 hektare sawah tidak dapat digarap karena air tidak mengalir. Kadis PUPRPKP Klungkung I Made Jati Laksana mengatakan, perbaikan sudah diusulkan sejak tahun 2016. Namun, rencana tersebut terhambat persoalan sosial dan teknis. Setelah melalui berbagai pengajuan ulang, koordinasi, dan permohonan resmi, BWS akhirnya menyetujui perbaikan permanen pada tahun ini. 

“Sesuai alokasi Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tahap tiga di Kabupaten Klungkung, pada daerah irigasi kewenangan kabupaten dan provinsi, ada 4 daerah irigasi yang ditangani dengan nilai total Rp 3,075 miliar. Khusus pada Irigasi Tembuku (Subak Tohpati), senilai Rp 400 juta,” kata Jati Laksana, Senin (1/12).  Penanganan ini menjadi titik harapan baru bagi petani Tohpati yang selama bertahun-tahun menunggu pemulihan fungsi irigasi mereka. Dengan dimulainya pekerjaan perbaikan ini, pemerintah berharap aktivitas pertanian di Subak Tohpati segera pulih dan lahan-lahan yang lama mengering bisa kembali ditanami padi.

Bupati Satria juga meninjau Pasar Umum Galiran, Kecamatan Klungkung. Bupati mendapati sebagian besar got pasar dalam keadaan penuh sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.  Menugaskan Kadis PUPRPKP segera menormalisasi got yang sudah penuh dan kembalikan fungsi drainase. Penanganan drainase akan dibarengi dengan penataan trotoar di kawasan pasar. Menurutnya, trotoar tidak boleh digunakan untuk transaksi jual beli sehingga ruang pejalan kaki tetap bersih dan tidak mengganggu pengunjung. “Sesegera mungkin kami eksekusi hasil kunjungan ini. Tugas pemerintah memastikan pasar tetap aman dan aktivitas ekonomi berjalan lancar,” imbuhnya. 7 k24

Komentar