Kuningan, Panglukatan Pantai Jasri Sepi
AMLAPURA, NusaBali - Ritual malukat (pembersihan diri secara niskala) biasanya ramai digelar umat sedharma saat Hari Raya Kuningan di Pantai Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Namun pada Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (29/11), pantai ini relatif sepi.
Pada Kuningan sebelumnya sepanjang pantai ini padat pengunjung. Namun, kali ini umat Hindu yang datang silih berganti sejak pagi, hingga sore hari, tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Krama Hindu yang datang hendak malukat lengkap membawa canang, terlebih dahulu mandi gunakan air laut. Selanjutnya melakukan persembahyangan berkiblat ke laut, memohon karahayuan kepada Ida Bhatara Baruna, dewa penguasa lautan.
Banyak juga umat Hindu yang hendak malukat, terlebih dahulu melakukan terapi, Caranya dengan berendam setengah badan menggunakan pasir, selanjutnya mandi di laut, berlanjut malukat.
Krama Hindu dari Banjar Tihingan, Desa/Kecamatan Bebandem, I Wayan Kariata mengatakan, nyaris setiap hari Kajeng Kliwon (15 hari sekali) datang ke Pantai Jasri Kelod, untuk menggelar ritual malukat bersama keluarga. "Bukan saja, karena hari Kuningan saya malukat, juga di setiap Kajeng Kliwon. Memang Kuningan juga bertepatan Kajeng Kliwon," kata Kariata.
Malukat, katanya, agar seluruh kotoran batin bisa dinetralisir menggunakan sarana air laut. Sebab, air laut diyakini sebagai pelebur segala kotoran.
Petugas Balawista (Badan Penyelamat Wisata Tirta) Karangasem yang ditugaskan memantau Pantai Jasri Kelod, I Wayan Aprianta, mengatakan umat Hindu biasanya ramai datang di puncak Kuningan hendak menggelar upacara malukat. "Kali ini yang datang tidak seramai sebelumnya, hanya ramainya di sore hari," ujar Aprianta.
Guna memudahkan umat yang datang untuk mencari tempat parkir, dan tempat malukat, telah diatur petugas pecalang, dan petugas Polres Karangasem.
Petugas pecalang berjaga-jaga mulai dari pintu gerbang hingga di pantai mengarahkan parkir. Sedangkan belasan pedagang sejak pagi telah menyiapkan barang dagangannya untuk melayani pengunjung.
Bendesa Adat Jasri, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem I Ketut Sanur mengatakan, sepinya umat Hindu malukat ke Pantai Jasri Kelod, bisa saja karena cuaca. "Siang, masih panas makanya sepi pengunjung, sore bisa disebabkan karena hujan, sehingga kedatangan krama Hindu tidak menentu," jelasnya.
Pantaun di lokasi, warga yang datang ke Pantai Jasri Kelod, tidak semuanya hendak malukat. Kebanyakan datang hanya berwisata jalan-jalan, selanjutnya pulang membawa oleh-oleh sayur kangkung.7k16
1
Komentar