nusabali

Tradisi Pande Besi dan Pande Gong Terancam Punah

Desa Sawan Dirintis Jadi Rumah Budaya

  • www.nusabali.com-tradisi-pande-besi-dan-pande-gong-terancam-punah

SINGARAJA, NusaBali - Desa Sawan, Kecamatan Sawan, dirintis sebagai Rumah Budaya Desa sebagai langkah memperkuat kembali tradisi pande besi dan pande gong yang menjadi ciri khas desa tersebut.

Rintisan ini dimulai melalui Gelar Budaya Potensi Desa Sawan yang digelar Kamis (27/11) di Griya Taman Sawan, hasil kolaborasi Universitas Indonesia (UI), Pemerintah Desa Sawan, dan Fakultas Kedokteran Undiksha.

Program ini diarahkan menjadi wadah pelestarian dan pengembangan potensi budaya desa, terutama tradisi pande besi dan pande gong yang sejak lama menjadi identitas Sawan. Desa ini bahkan tercatat dalam sejarah internasional melalui penampilan Gong Kebyar Sawan dalam misi kebudayaan ke Tiongkok tahun 1955 dan perjalanan seni ke Eropa pada 1978.

Ketua Tim Pengabdi UI, Dr Ari Prasetiyo, menyebut rintisan rumah budaya penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya Sawan. “Rumah budaya ini diharapkan menjadi ruang belajar dan berkarya agar tradisi kerajinan logam tetap hidup di tangan generasi muda,” ujar Ari Prasetiyo.

Namun, dari hasil diskusi tim pengabdi dengan para perajin, terungkap sejumlah persoalan yang kini mengancam keberlanjutan tradisi tersebut. Regenerasi pande besi dan pande gong di Sawan mulai melemah. Banyak anak-anak pande tidak lagi tertarik meneruskan profesi orang tuanya dan lebih memilih bekerja di luar desa. Kondisi ini dikhawatirkan akan menggerus keberadaan pande Sawan dalam beberapa tahun mendatang.

Masalah lain yang dinilai mendesak adalah hilangnya identitas Sawan pada produk kerajinan. Meskipun kerajinan pande Sawan dikenal luas dan diakui kualitasnya, banyak perajin tidak menambahkan label atau identitas asal pada produk mereka. Akibatnya, beberapa kali produk pande Sawan dijual kembali oleh pihak lain dengan cap dagang berbeda, sehingga nilai budaya dan reputasi desa menjadi tidak terlihat.

UI dan Pemerintah Desa Sawan sepakat melanjutkan kerja sama dalam pembangunan Rumah Budaya dengan menyusun perencanaan desain bangunan dan tata ruang, untuk menjawab tantangan tersebut. Proses ini akan berjalan bertahap menyesuaikan prioritas pada setiap fase pendirian.

Subdirektorat Pengabdian Masyarakat UI Widhyasmaramurti, yang hadir membuka acara, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat ketahanan budaya desa. Kepala Desa Sawan, Nyoman Wira, juga melihat rintisan rumah budaya sebagai peluang besar bagi pemberdayaan masyarakat dan penguatan identitas desa.

Selama kegiatan berlangsung, digelar pertunjukan seni, pameran kerajinan logam, workshop tari dan gamelan, serta pelayanan kesehatan gratis dari UI dan FK Undiksha. Dengan rintisan ini, Desa Sawan diharapkan mampu menata kembali warisan budaya pande besi dan pande gong sekaligus menjadikan rumah budaya sebagai pusat kreativitas dan kebanggaan masyarakat desa.7 k23

Komentar