nusabali

Akar Lapuk, Pohon di Jalur Denpasar-Gilimanuk Tumbang

  • www.nusabali.com-akar-lapuk-pohon-di-jalur-denpasar-gilimanuk-tumbang

NEGARA, NusaBali - Sebuah pohon jenis Flamboyan berukuran raksasa tumbang di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Banjar Melaya Krajan, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu (26/11) pagi. Pohon setinggi 20 meter ini sempat menghalangi akses jalan di atas jembatan dan mengenai sejumlah jaringan kabel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, laporan kejadian diterima sekitar pukul 06.00 Wita.

"Kami menerima laporan pagi tadi. Pohon yang tumbang jenis Flamboyan dengan tinggi sekitar 20 meter dan diameter 40 centimeter, tumbang karena kondisi akarnya sudah lapuk," ucap Agus Artana.

Akibat pohon tumbang tersebut, batang pohon sempat menutupi sebagian area sisi jembatan dan dilaporkan mengenai kabel jaringan PLN serta kabel Wifi. Beruntung, tidak ada korban jiwa, kerusakan properti, maupun kerugian material yang tercatat. Setelah menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu III bersama Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, dan staf Kecamatan Melaya dikerahkan untuk melakukan kaji cepat dan penanganan awal di lokasi.

Tim yang turun ke lokasi telah berhasil membersihkan batang pohon yang menganggu akses lalu lintas. Namun, roses penanganan lanjutan menghadapi kendala. Pohon yang tumbang berada tepat di bibir sungai sehingga menyulitkan akses untuk mengevakuasi dan memotong batang pohon.

"Tim sudah melakukan penanganan dan tidak ada korban. Namun, proses penanganan lanjutan memang sedikit sulit karena posisi pohon berada di pinggir sungai. Ini butuh penanganan ekstra hati-hati," ucap Agus Artana.

Dalam kesempatan itu, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama mengingat kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi. "Kami imbau masyarakat yang melintas, khususnya di area sekitar dekat pohon besar untuk selalu waspada. Jika melihat potensi bahaya, harap segera melapor," ujar Agus Artana.7ode

Komentar