Pemkab Buleleng Tekan Titik Rawan Sampah Jelang Puncak Musim Hujan
SINGARAJA, NusaBali - Pemkab Buleleng mulai menekan sejumlah titik rawan sampah jelang puncak musim hujan. Salah satu fokus utama berada di kawasan Kali Mumbul, Banjar Jawa, yang selama ini kerap menjadi langganan penumpukan sampah setiap kali debit air meningkat. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, turun langsung memimpin pembersihan kawasan tersebut Jumat (21/11).
“Kali Mumbul ini sering bermasalah. Karena itu kami turun lebih awal untuk memastikan alirannya bersih,” ujar Bupati Sutjidra di sela kegiatan.
Pembersihan melibatkan warga Banjar Jawa dan masyarakat sekitar bantaran Kali Mumbul, sekaligus unsur OPD terkait, serta aparat TNI dan Polri. Tumpukan sampah domestik yang sebelumnya menutup sejumlah titik aliran langsung diangkat sebelum memasuki masa curah hujan tinggi.
Menurut Bupati Sutjidra, penanganan kali ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan rangkaian kerja rutin setiap Jumat untuk menjaga aliran sungai tetap aman. “Ini akan berlanjut terus secara berkala untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. BMKG memprediksi curah hujan cukup tinggi sampai Februari 2026,” tegas Sutjidra.
Sementara itu, dia menyebut kesadaran masyarakat menjaga kebersihan mulai menunjukkan perkembangan. Di beberapa wilayah, warga telah melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri tanpa harus menunggu imbauan pemerintah.
“Ada perubahan perilaku. Warga sudah mulai membersihkan aliran sungai di pemukiman masing-masing,” kata Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini.
Meski begitu, tumpukan sampah rumah tangga masih menjadi persoalan utama yang berpotensi menyumbat aliran sungai. Pemkab kembali menekankan pentingnya Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) untuk menekan sampah dari hulu.
“Sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami terus mendorong agar Buleleng bersih dari sampah, terutama plastik sekali pakai,” tutup Bupati Sutjidra.@k23
Komentar