nusabali

Komisi II Soroti Aksi Borong Pertamax

Modus Pakai Jerigen Viral di Medsos, Minta Pertamina Membatasi

  • www.nusabali.com-komisi-ii-soroti-aksi-borong-pertamax

Jika pembelian sangat besar di satu lokasi, itu bisa mengganggu pasokan untuk masyarakat umum

DENPASAR, NusaBali
Munculnya keluhan masyarakat atas kelangkaan pertamax di Bali Selatan yang viral di media sosial (medsos) membuat Komisi II DPRD Bali gerah. Ketua Komisi II, Agung Bagus Pratiksa Linggih alias Ajus Linggih yang membidangi perekonomian dan keuangan meminta pihak Pertamina membatasi pembelian pertamax dalam jumlah besar alias aksi borong oleh oknum.

Politisi Partai Golkar ini mengaku mendapatkan laporan masyarakat terjadi aksi borong pertamax oleh oknum menggunakan jerigen besar yang patut diduga mengarah penimbunan. Aksi itu sampai viral di medsos. Meski beberapa netizen beralasan bahwa pembelian tersebut, bisa saja merupakan kebutuhan kapal wisata atau watersport. “Pertamina tetap harus mengatur pola pembeliannya, terlebih saat mobilitas masyarakat mulai meningkat menjelang hari raya. Saya meminta Pertamina membatasi pembelian pertamax dalam jumlah besar. Jangan sampai masyarakat yang ingin pulang kampung kesulitan mendapatkan pertamax,” tegas Ajus Linggih, Kamis (20/11).

Menurutnya, meskipun pertamax merupakan BBM (Bahan Bakar Minyak) non-subsidi, pengawasan tetap harus diperketat agar tidak terjadi ketimpangan distribusi di SPBU. “Pertamax memang bebas dibeli, tapi bukan berarti boleh tanpa pengawasan. Jika pembelian sangat besar di satu lokasi, itu bisa mengganggu pasokan untuk masyarakat umum,” ujar Ketua DPD AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) salah satu organisasi sayap Partai Golkar ini.

Ajus Linggih juga menyoroti aspek keselamatan, mengingat masih ditemukan pembelian BBM menggunakan jerigen yang berpotensi menimbulkan listrik statis dan risiko kebakaran di area SPBU. “Pertamina harus lebih tegas pada penggunaan jerigen plastik. Selain membahayakan konsumen, itu juga mengancam keselamatan pekerja di SPBU,” tambah Ajus Linggih.

Dalam momen hari raya ini, putra dari Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih (Demer) ini menekankan, kebutuhan masyarakat untuk kembali ke kampung halaman harus menjadi prioritas utama. “Ini momen sakral bagi masyarakat Bali. Jangan sampai ada yang terganggu aktivitas mudiknya hanya karena stok BBM terserap oleh pembelian berskala besar,” ujar alumni SMA Taruna Nusantara yang juga  Ketua Umum BPD HIPMI Bali ini.

Sementara Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi dikonfirmasi NusaBali, mengatakan, pihaknya menghargai masukan dari Ajus Linggih. Pihaknya pun sudah mengambil langkah antisipasi. “kita sudah lakukan antisipasi, terima kasih masukan dari Komisi II,” ujar Ahad.

Kata Ahad, Pertamina sudah menginstruksikan kepada seluruh SPBU untuk memberikan layanan prioritas kepada pengguna kendaraan langsung, bukan pembelian dalam kemasan. “Kita sudah instruksikan kepada seluruh SPBU agar pengguna kendaraan diprioritaskan saat pembelian BBM,” ujar Ahad.tr

Komentar