nusabali

Operasi Zebra Agung yang Digelar Serentak se-Indonesia, Polda Bali Kerahkan 1.067 Personel

Ciptakan Ruang Jalan Aman, Perlindungan Pejalan Kaki Jadi Prioritas

  • www.nusabali.com-operasi-zebra-agung-yang-digelar-serentak-se-indonesia-polda-bali-kerahkan-1067-personel

WNA yang tidak terampil berkendara diimbau tidak mengendarai sendiri sepeda motor agar tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas selama berwisata di Bali

DENPASAR, NusaBali
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Zebra Agung serentak di seluruh Indonesia selama dua minggu, 17-30 November. Untuk Polda Bali dan jajaran Polres/Polresta mengerahkan 1.067 personel. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Bali, Kombes Pol Turmudi mengatakan salah satu fokus utama dalam operasi ini adalah perlindungan bagi pejalan kaki. 

Dikatakannya, Bali sebagai daerah pariwisata internasional memiliki intensitas mobilitas pejalan kaki yang tinggi, baik dari masyarakat lokal maupun turis. Karena itu, pendekatan keamanan berbasis humanity on the road sangat relevan diterapkan.

Ia menjelaskan pola pengamanan dan pengawasan lalu lintas kini tidak lagi berorientasi pada penindakan semata, melainkan pada peningkatan kepatuhan masyarakat dan perlindungan kelompok rentan. Hal ini sejalan dengan prinsip Vision Zero dan konsep Hierarchy of Road Users, di mana pejalan kaki ditempatkan pada posisi paling atas sebagai pengguna jalan yang wajib dilindungi. “Kami ingin ruang jalan di Bali aman dan manusiawi. Pejalan kaki, pesepeda, anak-anak, lansia, dan pengguna jalan yang rentan harus mendapatkan perlindungan maksimal. Itu bukan hanya tugas penegakan hukum, tapi bentuk kehadiran negara bagi warganya,” tegas Kombes Turmudi.

Kombes Turmudi menambahkan warga negara asing (WNA) yang tidak terampil berkendara diimbau tidak menggunakan sepeda motor secara sendiri agar tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas selama berwisata di Bali. "WNA yang memang tidak bisa dan kurang terampil menggunakan kendaraan bermotor lebih khusus roda dua diimbau untuk tidak mengendarai kendaraan motor secara sendiri," katanya.

Personel Polda Bali saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Agung. -IST 


Kombes Turmudi menjelaskan imbauan tersebut sangat penting untuk melindungi keselamatan WNA itu sendiri maupun masyarakat lokal yang menggunakan jalan raya. Selain itu juga, untuk menghindari kerugian bagi penyedia jasa rental motor. "Kalau sewa harus ada motorisnya dalam rangka melindungi WNA dan juga melindungi warga kita yang memiliki rental kendaraan bermotor supaya tidak terjadi masalah," kata dia.

Sebelum dimulainya operasi, Polda Bali melaksanakan apel gelar pasukan dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Daniel Adityajaya di Mapolda Bali, Senin (17/11). Dalam amanatnya Kapolda mengatakan operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, serta menciptakan Kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah Bali. Dalam operasi ini, Polda Bali akan mengutamakan tindakan preemtif dan preventif, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional. 

Masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Sasaran utama dalam operasi ini adalah peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, penegakan hukum pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, serta pembentukan budaya tertib lalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Bali. Kami berharap dengan pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2025 ini, kami dapat menciptakan Kamseltibcarlantas yang kondusif di wilayah Bali," katanya. 

Irjen Daniel menjelaskan berdasarkan data kecelakaan lalu lintas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Bali tahun ini ada penurunan angka kecelakaan lalu lintas yakni 4 persen dibandingkan periode 2023-2024. Berdasarkan data dari Polda Bali, pada tahun 2022, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat 3.602 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 502 orang. Pada tahun 2023, kepolisian mencatat ada 7.224 kasus dengan korban meninggal dunia 632 orang. Pada tahun 2024, terjadi sebanyak 8.256 laka lantas dengan korban jiwa mencapai 622 orang, termasuk di dalamnya 21 WNA. 7 pol

Komentar