Pasar Murah Pemprov Bali Dipadati Warga
DENPASAR, NusaBali - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengunjungi pelaksanaan Pasar Murah Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan yang diselenggarakan di depan Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala, Denpasar, Minggu (16/11).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali dan Ny Putri Koster memborong belanjaan untuk dibagikan kepada pengunjung yang memadati acara pasar murah.
Ny Putri Koster menghidupkan suasana dengan menggelar kuis dengan materi seputar program Pemprov Bali. Mereka yang bisa menjawab pertanyaan, berhak atas hadiah berupa kebutuhan hari raya yang dijajakan di Pasar Murah. Tak hanya itu, Gubernur dan Ny Putri Koster juga memborong 100 cup kopi yang dijual kelompok UMKM Penyandang Disabilitas yang tergabung dalam wadah Difel Cafe Gantari Jaya. Ia juga memborong 25 cup kopi dari UMKM lain yang berjualan di arena Pasar Murah. Kopi itu lalu dibagikan secara cuma-cuma kepada pengunjung yang memadati pasar murah.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Gantari Jaya I Nyoman Juniartha menyampaikan terima kasih karena barang dagangannya diborong oleh Ny Putri Koster. Ia menjelaskan, keberadaan Difel Cafe menjadi bukti bahwa dalam keterbatasan, para difabel tetap bisa berkarya dan tak tergantung pada orang lain. Selain menjual kopi, Juniarta dan rekan-rekannya mengolah ampas kopi menjadi produk dupa.
"Yang dipakai bukan endapan kopi setelah diminum, tapi ini ampas yang dihasilkan mesin barista. Ini sudah kami diskusikan dengan pemuka agama," terangnya. Ny Putri Koster kagum dengan semangat para difabel dan berharap usaha mereka makin berkembang. Terkait dupa, ia mengingatkan agar dalam proses produksi menghindari penggunaan bahan kimia karena hal itu akan berdampak negatif bagi kesehatan.
Sementara itu, Gubernur Koster menyampaikan bahwa Pasar Murah digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan. Dari pantauannya, kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. "Masyarakat antusias berbelanja. Saya kira ini sangat membantu karena harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Ini juga menjadi bagian dari upaya kita mengendalikan inflasi," ujarnya.
Ditambahkan Gubernur Bali, pasar murah digelar secara rutin pada momen tertentu untuk menyikapi fluktuasi harga. Untuk diketahui, pasar murah kali ini melibatkan 34 UMKM binaan Pemprov Bali, Bank Indonesia, BPD dan OJK. Pasar murah menawarkan ragam produk khas hari raya seperti canang buah-buahan, daging, telur dan busana adat. Dari sekian produk yang dijual, canang ceper menjadi primadona karena dijual dengan harga miring yaitu Rp157 untuk 15 buah canang.
Kepala OJK Bali, Kristrianti Puji Rahayu mengatakan ajang itu juga sekaligus memperluas akses keuangan dan pemasaran usaha pelaku UMKM, serangkaian Bulan Inklusi Keuangan 2025. "Harapannya ini juga bisa ikut menekan laju inflasi. Ini wujud kolaborasi kami dengan pemerintah dan FLJK," ujar dia.
Senada dengan Puji, Ketua FLJK Bali I Nyoman Sudharma mengatakan pasar murah tersebut memberikan subsidi sehingga harga yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Kerja sama itu terwujud dengan melibatkan anggota FLJK yaitu perbankan, asuransi, pasar modal, perusahaan penjaminan dan dana pensiun.
"Ini bagian dari upaya kami industri jasa keuangan untuk meringankan beban masyarakat khususnya jelang Galungan dan Kuningan," kata Nyoman Sudharma yang juga Direktur Utama Bank BPD Bali ini. Pasar murah, ujar dia, juga mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan sistem pembayaran digital salah satunya memanfaatkan pembayaran berbasis kode batang atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dalam pasar murah yang diadakan selama satu hari ini menghadirkan 50 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mulai dari produk hortikultura seperti cabai, bawang merah, sayuran, dan buah-buahan. Ada juga kebutuhan pokok berupa minyak goreng, gula, beras serta produk makanan dan minuman, produk fesyen, serta kebutuhan upacara keagamaan seperti janur dan canang atau rangkaian janur dan bunga untuk upakara.
Harga satu kemasan canang berisi 15 satuan yang banyak dibutuhkan umat Hindu untuk upakara misalnya dijual hanya Rp157 atau jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran saat normal mencapai hingga Rp30 ribu. Begitu juga harga cabai rawit merah dijual Rp20 ribu atau lebih murah dibandingkan harga pasaran mencapai kisaran rata-rata Rp30 ribu per kilogram. 7 adi, ant
Komentar