Lapas Kerobokan Berpotensi Dipindah ke Jembrana, Koster–Adi Arnawa Sudah Cek Lokasi
Lapas Kerobokan
Lapas Klas IIA Kerobokan
jembrana
Bupati Badung
Gubernur Bali
Adi Arnawa
Wayan Koster
Taman Kota
Bottleneck
Pedestrian
MANGUPURA, NusaBali.com – Lapas Klas IIA Kerobokan berpotensi digeser ke Jembrana, menyusul lapas yang berlokasi di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung itu akan dibongkar untuk proyek pelebaran jalan, kawasan pedestrian, dan taman kota oleh Pemkab Badung.
Seperti diketahui, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) sepakat menghibahkan aset Lapas Kerobokan untuk mendukung proyek infrastruktur Badung tersebut. Dengan syarat, Pemkab menghibahkan balik tanah dan bangunan lapas pengganti.
Untuk melakukan pembangunan lapas pengganti ini, Pemkab Badung sedang menjajaki lokasi yang sesuai. Belakangan, opsi yang mencuat ke permukaan adalah menggeser Lapas Kerobokan ke wilayah Kabupaten Jembrana—dengan memanfaatkan aset Pemprov Bali.
Hal itu terungkap pada unggahan video di Facebook, Sabtu (15/11/2025), yang menunjukkan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa semobil dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Pengunggah yakni akun Pemimpin Era Baru menyebut, keduanya sedang menuju Jembrana untuk meninjau lahan Pemprov Bali yang akan dibangun lapas.
Informasi mengenai kunjungan bersama Koster ke Jembrana ini pun dikonfirmasi Adi Arnawa usai menyampaikan pidato HUT Ke-16 Ibukota Mangupura dalam Rapat Paripurna DPRD Badung di Puspem Badung, Minggu (16/11/2025).
“Kemarin saya ke Jembrana mendampingi Bapak Gubernur untuk melihat beberapa lokasi yang akan dijadikan lapas karena Lapas Kerobokan akan kami pindahkan,” beber Adi Arnawa.
Meski mengakui tengah menjajaki calon pengganti Lapas Kerobokan di Jembrana, Adi masih menjaga rapat-rapat detail lokasi yang dijajaki. Bupati Badung asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini menegaskan, pemindahan Lapas Kerobokan ini sedang berproses sehingga belum ada keputusan resmi untuk publik.
Namun, eks Sekretaris Daerah Badung ini juga memberi sinyal secara sekilas. Ia mengatakan bahwa pengganti Lapas Kerobokan akan menggunakan aset yang sudah terpakai namun belum termanfaatkan secara maksimal.
“Ya, sudah ada lah tempatnya yang selama ini sudah dipakai namun belum kita optimalkan. Mudah-mudahan ini dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Sebagai catatan, awal mula ide pemindahan Lapas Kerobokan, diakui Adi Arnawa, karena upaya pelebaran jalan di salah satu kawasan bottleneck yakni Jalan Teuku Umar Barat–Tangkuban Perahu, Kerobokan Kelod. Ruas jalan yang dinilai sempit berbanding volume kendaraan ini melintasi Lapas Kerobokan.
Pelebaran ruas jalan bottleneck tersebut mau tidak mau berdampak pada aset Lapas Kerobokan. Untuk itu, gagasan pemindahan lapas mengemuka dengan pertimbangan aset eks lapas nantinya bukan hanya jadi badan jalan, tetapi juga menjadi taman kota dan sekaligus sebagai daerah resapan.
Dijelaskan Bupati, kehadiran taman kota ini untuk menjawab kebutuhan ruang terbuka sekaligus kawasan pedestrian yang representatif di kawasan urban dan pariwisata yang berkembang pesat seperti Kerobokan Kelod. Selain itu, juga untuk menjawab kebutuhan wahana pencegahan potensi banjir di kawasan sekitarnya. *rat
Untuk melakukan pembangunan lapas pengganti ini, Pemkab Badung sedang menjajaki lokasi yang sesuai. Belakangan, opsi yang mencuat ke permukaan adalah menggeser Lapas Kerobokan ke wilayah Kabupaten Jembrana—dengan memanfaatkan aset Pemprov Bali.
Hal itu terungkap pada unggahan video di Facebook, Sabtu (15/11/2025), yang menunjukkan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa semobil dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Pengunggah yakni akun Pemimpin Era Baru menyebut, keduanya sedang menuju Jembrana untuk meninjau lahan Pemprov Bali yang akan dibangun lapas.
Informasi mengenai kunjungan bersama Koster ke Jembrana ini pun dikonfirmasi Adi Arnawa usai menyampaikan pidato HUT Ke-16 Ibukota Mangupura dalam Rapat Paripurna DPRD Badung di Puspem Badung, Minggu (16/11/2025).
“Kemarin saya ke Jembrana mendampingi Bapak Gubernur untuk melihat beberapa lokasi yang akan dijadikan lapas karena Lapas Kerobokan akan kami pindahkan,” beber Adi Arnawa.
Meski mengakui tengah menjajaki calon pengganti Lapas Kerobokan di Jembrana, Adi masih menjaga rapat-rapat detail lokasi yang dijajaki. Bupati Badung asal Desa Pecatu, Kuta Selatan ini menegaskan, pemindahan Lapas Kerobokan ini sedang berproses sehingga belum ada keputusan resmi untuk publik.
Namun, eks Sekretaris Daerah Badung ini juga memberi sinyal secara sekilas. Ia mengatakan bahwa pengganti Lapas Kerobokan akan menggunakan aset yang sudah terpakai namun belum termanfaatkan secara maksimal.
“Ya, sudah ada lah tempatnya yang selama ini sudah dipakai namun belum kita optimalkan. Mudah-mudahan ini dapat berjalan maksimal,” tegasnya.
Sebagai catatan, awal mula ide pemindahan Lapas Kerobokan, diakui Adi Arnawa, karena upaya pelebaran jalan di salah satu kawasan bottleneck yakni Jalan Teuku Umar Barat–Tangkuban Perahu, Kerobokan Kelod. Ruas jalan yang dinilai sempit berbanding volume kendaraan ini melintasi Lapas Kerobokan.
Pelebaran ruas jalan bottleneck tersebut mau tidak mau berdampak pada aset Lapas Kerobokan. Untuk itu, gagasan pemindahan lapas mengemuka dengan pertimbangan aset eks lapas nantinya bukan hanya jadi badan jalan, tetapi juga menjadi taman kota dan sekaligus sebagai daerah resapan.
Dijelaskan Bupati, kehadiran taman kota ini untuk menjawab kebutuhan ruang terbuka sekaligus kawasan pedestrian yang representatif di kawasan urban dan pariwisata yang berkembang pesat seperti Kerobokan Kelod. Selain itu, juga untuk menjawab kebutuhan wahana pencegahan potensi banjir di kawasan sekitarnya. *rat
Komentar