Badung Baru Punya 3 Koperasi Merah Putih yang Beroperasi
Koperasi Merah Putih
KDKMP
Diskop UKMP Badung
Diskop
Bongkasa Pertiwi
Dalung
Kutuh
Operasional
Pemerintah Pusat
MANGUPURA, NusaBali.com – Sejauh ini baru tiga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini sudah beroperasi dari total 62 desa/kelurahan di Kabupaten Badung.
Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung IGA Agung Trisna Dewi ketika ditemui di Puspem Badung baru-baru ini.
“Terkait perkembangan Koperasi Merah Putih dapat kami sampaikan terdapat 62 koperasi yang sudah berbadan hukum. Namun, yang sudah berjalan baru tiga,” ungkap Agung Trisna.
Koperasi Merah Putih merupakan program Pemerintah Pusat yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, 21 Juli 2025 lalu. Ada 80.000 koperasi se-Indonesia yang diresmikan secara serentak, termasuk sejumlah koperasi di Provinsi Bali dan khususnya Badung.
Diskop Badung sejauh ini mencatat bahwa seluruh desa/kelurahan telah membentuk Koperasi Merah Putih dan sudah berbadan hukum pula. Namun, rasio operasional Koperasi Merah Putih di Gumi Keris masih di bawah lima persen.
Tiga Koperasi Merah Putih yang dinyatakan telah beroperasi berada di tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan. KDKMP itu ada di Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal dan Desa Kutuh, Kuta Selatan yang juga menjadi bagian dari 80.000 koperasi yang diresmikan serentak oleh Presiden.
Hingga Oktober 2025, baru dua Koperasi Merah Putih tersebut yang berhasil operasional. Sedangkan, update November ini, satu lagi Koperasi Merah Putih yang berhasil mencapai tahap operasional yakni KDKMP Dalung, Kuta Utara.
“Tiga yang beroperasi itu adanya di Bongkasa Pertiwi, di Dalung, dan Kutuh. Untuk yang di Dalung, baru diluncurkan Bapak Bupati 10 November 2025,” ungkap Agung Trisna.
Kata Trisna yang juga Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Badung ini, Koperasi Merah Putih yang berhasil operasional pun telah menjalin sinergi dengan Bumdes, BUPDA, dan masyarakat setempat.
Sementara itu, setiap Koperasi Merah Putih sebelum operasional akan mendapat pendampingan dari Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) yang difasilitasi Kementerian Koperasi. Namun, kendala utama justru bukan SDM melainkan penyediaan lahan untuk gudang dan gerai koperasi.
Sebagai catatan, Koperasi Merah Putih pertama kali diluncurkan pada 21 Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Bentangan, Klaten, Jawa Tengah. Inisiatif ini bagian dari upaya Pemerintah Pusat dalam memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi desa berbasis koperasi. *rat
“Terkait perkembangan Koperasi Merah Putih dapat kami sampaikan terdapat 62 koperasi yang sudah berbadan hukum. Namun, yang sudah berjalan baru tiga,” ungkap Agung Trisna.
Koperasi Merah Putih merupakan program Pemerintah Pusat yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, 21 Juli 2025 lalu. Ada 80.000 koperasi se-Indonesia yang diresmikan secara serentak, termasuk sejumlah koperasi di Provinsi Bali dan khususnya Badung.
Diskop Badung sejauh ini mencatat bahwa seluruh desa/kelurahan telah membentuk Koperasi Merah Putih dan sudah berbadan hukum pula. Namun, rasio operasional Koperasi Merah Putih di Gumi Keris masih di bawah lima persen.
Tiga Koperasi Merah Putih yang dinyatakan telah beroperasi berada di tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan. KDKMP itu ada di Desa Bongkasa Pertiwi, Abiansemal dan Desa Kutuh, Kuta Selatan yang juga menjadi bagian dari 80.000 koperasi yang diresmikan serentak oleh Presiden.
Hingga Oktober 2025, baru dua Koperasi Merah Putih tersebut yang berhasil operasional. Sedangkan, update November ini, satu lagi Koperasi Merah Putih yang berhasil mencapai tahap operasional yakni KDKMP Dalung, Kuta Utara.
“Tiga yang beroperasi itu adanya di Bongkasa Pertiwi, di Dalung, dan Kutuh. Untuk yang di Dalung, baru diluncurkan Bapak Bupati 10 November 2025,” ungkap Agung Trisna.
Kata Trisna yang juga Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Badung ini, Koperasi Merah Putih yang berhasil operasional pun telah menjalin sinergi dengan Bumdes, BUPDA, dan masyarakat setempat.
Sementara itu, setiap Koperasi Merah Putih sebelum operasional akan mendapat pendampingan dari Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) yang difasilitasi Kementerian Koperasi. Namun, kendala utama justru bukan SDM melainkan penyediaan lahan untuk gudang dan gerai koperasi.
Sebagai catatan, Koperasi Merah Putih pertama kali diluncurkan pada 21 Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Bentangan, Klaten, Jawa Tengah. Inisiatif ini bagian dari upaya Pemerintah Pusat dalam memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi desa berbasis koperasi. *rat
Komentar