nusabali

Festival Cerita Rakyat Nusantara Warnai Bulan Bahasa di SMP Dwijendra Denpasar

33 Kelas Pentaskan Cerita dari Sabang sampai Merauke

  • www.nusabali.com-festival-cerita-rakyat-nusantara-warnai-bulan-bahasa-di-smp-dwijendra-denpasar

DENPASAR, NusaBali.com – Gaung Festival Ceria Rakyat Nusantara yang digelar SMP Dwijendra Denpasar pada Jumat, 24 Oktober 2025, masih terasa di lingkungan sekolah. Festival yang menjadi rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra 2025 itu menghadirkan semangat kebinekaan melalui tema “Berkisah dalam Bahasa, Berbudaya dalam Aksi.”

Bertempat di Aula Sadhu Gocara, kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, ketua komite, para guru, serta orang tua siswa. Suasana festival sejak pagi dipenuhi antusiasme, terutama saat setiap kelas menyiapkan pementasan mereka.

Kepala Sekolah SMP Dwijendra Denpasar, I Wayan Ari Merthayasa, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa festival tahun ini digarap lebih besar karena melibatkan seluruh 33 kelas dari jenjang VII hingga IX. Setiap kelas menampilkan satu cerita rakyat berbeda dari berbagai daerah di Nusantara, mulai dari Malin Kundang, Sangkuriang, Danau Toba, hingga Putri Cening Ayu. Menurutnya, keberagaman kisah itu menjadi ruang bagi siswa untuk memahami nilai moral, budaya, dan pesan kehidupan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ari Merthayasa menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi sarana membangun karakter dan emosional siswa. Mereka belajar memegang tanggung jawab, bekerja sama, dan menjiwai peran yang mereka mainkan. Cerita-cerita rakyat yang dipelajari memberi kesempatan bagi siswa untuk memaknai pesan-pesan kehidupan yang bisa diterapkan dalam keseharian, sekaligus menumbuhkan kecintaan pada warisan budaya bangsa.

Momentum Bulan Bahasa dan peringatan Sumpah Pemuda menjadikan festival ini semakin relevan. Sekolah berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan semangat kebangsaan di kalangan siswa. Menurut Ari Merthayasa, antusiasme siswa pada tahun ini bahkan lebih tinggi dibanding penyelenggaraan tahun 2024, ketika sekolah mengadakan lomba musikalisasi puisi. Para siswa dinilai lebih matang dalam persiapan, mulai dari penyusunan naskah, pementasan, hingga penggunaan unsur teknologi sederhana untuk memperkuat visual pertunjukan.

Ia menambahkan bahwa festival cerita rakyat ini sejalan dengan visi misi Yayasan Dwijendra maupun unit SMP, yakni membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan. Festival ini diharapkan terus menjadi agenda rutin setiap Bulan Bahasa, bukan hanya sebagai lomba, tetapi sebagai ruang belajar yang mendorong ide, kreativitas, serta eksplorasi budaya secara lebih mendalam. *m03

Komentar