nusabali

Dwen Penjor Kebanjiran Pesanan Hiasan Penjor Jelang Galungan

  • www.nusabali.com-dwen-penjor-kebanjiran-pesanan-hiasan-penjor-jelang-galungan

MANGUPURA, NusaBali.com - Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada bulan November 2025, sejumlah usaha penjor mulai kebanjiran pesanan. Salah satunya adalah Dwen Penjor, usaha rumahan milik I Kadek Artana, 30, warga Banjar Peken Baleran Kapal, Gg. Buncing No 6, Kecamatan Mengwi, Badung.

Artana, alumni SMK PGRI 4 Denpasar, telah menekuni usaha hiasan penjor sejak sembilan tahun lalu. Ia sebelumnya bekerja di sebuah villa di kawasan Kerobokan, namun pada Januari 2025 memutuskan resign untuk fokus pada bisnis penjor.

“Saya melihat peluang besar karena di Bali tidak hanya saat Galungan-Kuningan orang membuat penjor, tetapi juga pada karya agung di pura, lomba, maupun berbagai event,” ujarnya.

Menurut Artana, dua hal menjadi tantangan utama di musim raya tahun ini. “Pertama, inflasi dan naiknya harga barang menjelang hari raya membuat kami harus lebih cermat menentukan harga jual. Kedua, lomba-lomba penjor sekarang sangat ramai, sehingga kami harus terus meningkatkan kualitas hiasan,” jelasnya.


Untuk memenuhi permintaan, Artana telah memulai produksi sejak empat bulan lalu, membuat berbagai jenis hiasan seperti gebogan, sampian, roda penjor, dan dekorasi lainnya. "Hiasan-hiasan ini saya bagi ke warung-warung, sisanya dijual langsung dari rumah,” kata pemilik Dwen Penjor tersebut.

Ia mengaku, tahun ini tantangan terbesar ada pada ketersediaan bahan baku, terutama ental.
“Biasanya ental banyak datang dari Madura, tetapi sekarang saya ambil dari Bali dan Banyuwangi. Untuk Galungan-Kuningan kali ini saya siapkan sekitar 200 gabung ental,” ungkapnya.

Artana berharap ke depan harga bahan baku lebih stabil sehingga tidak memberatkan pelanggan.
“Semoga kelangkaan dan kenaikan harga tidak berkepanjangan. Kami ingin harga tetap terjangkau agar pelanggan tidak terbebani,” tuturnya. *m03

Komentar