nusabali

The Nusa Dua Bidik Sertifikasi GSTC 2026, Luncurkan Program Seragam Sirkular

  • www.nusabali.com-the-nusa-dua-bidik-sertifikasi-gstc-2026-luncurkan-program-seragam-sirkular

MANGUPURA, NusaBali - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melalui pengelola kawasan The Nusa Dua, menargetkan meraih sertifikasi Global Sustainable Tourism Council (GSTC), sebuah standar internasional dalam pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, ITDC juga meluncurkan program seragam sirkular untuk mengurangi beban sampah tekstil ke TPA.

“Kami ditargetkan oleh perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi GSTC di tahun depan. Kami ingin mendapatkan pengakuan internasional bahwa The Nusa Dua menjadi kawasan pertama yang mendapatkan sertifikasi global, sehingga ini juga menaikan image dari kawasan dan tenant kami begitu juga masyarakat. Kami juga inginkan semua elemen di dalam mendukung hal tersebut,” kata General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika saat ditemui di The Nusa Dua pada Kamis (13/11) siang.

Agus Dwiatmika menyebut, beberapa tahun lalu kawasan The Nusa Dua telah memperoleh sertifikasi EarthCheck Destination. Namun, seiring meningkatnya tuntutan global terhadap pariwisata hijau, pihaknya merasa perlu melakukan self evaluation untuk menyesuaikan diri dengan standar terkini.

“Bagaimana pun isu lingkungan ini harus kita tempatkan sebagai prioritas. Karena kita ketahui abrasi pantai, perubahan lingkungan, itu yang ingin kami jaga dan kami ingin The Nusa Dua ini menjadi salah satu kawasan yang mendukung program pemerintah Bali, Indonesia dan International,” tegasnya.

Dia turut menjelaskan saat ini tengah melakukan pelatihan, pengenalan, hingga audit internal untuk menilai sejauh mana operasional di The Nusa Dua sudah sejalan dengan prinsip GSTC. Dalam enam bulan ke depan, audit lanjutan pun akan kembali dilakukan. 

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ITDC, Ahmad Fajar mengatakan salah satu inisiatif yang mencerminkan komitmen tersebut adalah Program Seragam Sirkular, yakni upaya mendaur ulang pakaian dinas lama menjadi produk baru yang ramah lingkungan. Setiap tahun, karyawan disebut menerima seragam baru dengan desain dan logo perusahaan yang diperbarui. Seragam lama yang tak lagi digunakan kini tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi vest atau rompi berwarna abu-abu melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal di sekitar kawasan.

“Pakaian daur ulang itu intinya untuk keberlanjutan, bukan hanya soal lingkungan, tetapi kita The Nusa Dua harus menjadi contoh agar care kepada lingkungan, sosial UMKM, budaya, government,” tuturnya.

ITDC sejauh ini telah mengolah lebih dari 2.700 seragam dari seluruh wilayah operasionalnya menjadi material baru. Proses daur ulang meliputi pemisahan komponen non-tekstil seperti kancing dan resleting, penyortiran bahan, pencampuran dengan pre-consumer waste, hingga pemintalan ulang menjadi serat dan benang yang kemudian ditenun oleh komunitas lokal.

“Sustainability juga merupakan bagian efisiensi, contohnya dengan baju daur ulang ini adalah cara menghemat biaya kerja dan produksi, sehingga program ini dipastikan akan terus berlanjut,” kata Fajar. 7 ol3

Komentar