nusabali

6 Anak Punk Diamankan di Gilimanuk

  • www.nusabali.com-6-anak-punk-diamankan-di-gilimanuk

NEGARA, NusaBali - Upaya segerombolan anak punk untuk masuk ke Pulau Bali tanpa identitas dan tujuan yang jelas kembali digagalkan jajaran aparat di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana. Enam  remaja laki-laki yang seluruhnya masih di bawah umur ini berhasil diamankan petugas gabungan, Rabu (12/11) siang.

Mereka masuk dengan cara melintasi jalur ilegal atau yang dikenal sebagai 'jalur tikus' di pesisir pantai untuk menghindari pemeriksaan KTP. Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma saat dikonfirmasi, Kamis (13/11), menjelaskan bahwa keenam anak punk itu diamankan pada sekitar pukul 13.50 Wita. Penangkapan itu dilakukan bersama personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk setelah gerombolan anak punk tersebut pertama kali ditemukan mangkal di Pasar Umum Gilimanuk. 

Petugas kemudian menindaklanjuti dan mengamankan mereka saat ditemukan sedang berjalan menuju SPBU Gilimanuk, tepatnya di sekitar Gelung Kori Gilimanuk. Enam remaja yang diamankan ini terdiri dari satu orang berusia 15 tahun dan lima orang lainnya berusia 16 tahun. Mereka mengaku berasal dari sejumlah wilayah berbeda di Jawa Timur.

Dari keterangan yang didapat petugas, para remaja ini memiliki tujuan untuk mencari pekerjaan di Kuta, Badung. Namun, karena mereka tidak membawa identitas resmi dan masih di bawah umur, gerombolan anak punk tersebut langsung diproses untuk dikembalikan ke daerah asal.

Setelah didata kembali oleh petugas di pos pemeriksaan KTP, para remaja tersebut langsung diseberangkan kembali ke Jawa dengan ditumpangkan di KMP Trans Jawa. Proses pemulangan ini dilakukan setelah adanya koordinasi dengan pihak ASDP.

"Pengakuannya mau cari kerja ke Kuta. Tapi tidak ada tujuan yang jelas untuk tempat tinggal maupun perbekalan untuk perjalanan ke Kuta. Karena berpotensi akan menimbulkan gangguan keamanan, kami kembalikan ke daerah asal," ucap Tony. 

Tony menyatakan, temuan seperti ini sudah berulang kali terjadi di Gilimanuk. Para remaja ini mengaku tidak melewati Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk karena menggunakan jalur pesisir pantai. Dia pun menegaskan bahwa permasalahan ini bukan pada petugas jaga di Gilimanuk,  melainkan keberhasilan anak-anak ini lolos menyeberangi laut dengan membeli tiket kapal tanpa identitas lengkap. "Yang longgar justru di seberang. Terutama saat pembelian tiket kapal. Ketika identitas tidak lengkap, harus dipertimbangkan atau dikoordinasikan dengan aparat yang bertugas di pelabuhan," ucap Tony.7ode

Komentar