nusabali

Mandi di Sungai, 3 Buruh Proyek Terseret Banjir

1 Meninggal, 1 Hilang dan 1 Selamat

  • www.nusabali.com-mandi-di-sungai-3-buruh-proyek-terseret-banjir

NEGARA, NusaBali - Musibah tragis menimpa tiga orang buruh proyek di aliran Sungai Biluk Poh, Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (12/11) sore.

Ketiga buruh tersebut terseret arus banjir. Kejadian ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia, satu korban masih hilang dalam pencarian, dan satu korban berhasil selamat.

Peristiwa nahas itu terjadi pada pukul 16.15 Wita. Tiga korban yang terseret arus merupakan buruh proyek yang bekerja di proyek rehabilitasi Bendung Tlepus dan semuanya berasal dari Jawa Timur. Mereka adalah Syahrudy Rizqy Tampu Bolon, 46, Abdurrahman Agus, 57, dan Moch Riski Nanda Saputra, 22. Dari informasi, peristiwa itu berawal saat korban Syahrudy dan korban Abdurrahman sedang mandi di sungai setelah selesai bekerja saat cuaca masih dalam kondisi hujan pada pukul 16.00 Wita. 

Selang kurang lebih 15 menit, tiba-tiba air dari hulu sungai membesar dan menjadi deras. Kedua korban tersebut tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung terbawa arus. Melihat kejadian itu, salah satu saksi atas nama Abdul Rozak Agus Maulana yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh dua rekan korban lainnya, yakni Beni Trisnawardi dan Moch Riski Nanda Saputra. 

Tanpa pikir panjang, Moch Riski kemudian mencoba menyelamatkan kedua korban. Namun, usahanya gagal dan ia sendiri ikut terseret arus. Beruntung, ia masih bisa menyelamatkan diri dan langsung dilarikan oleh rekannya ke Puskesmas 1 Mendoyo guna mendapatkan penanganan medis. Setelah dilakukan upaya pencurian, korban pertama, Syahrudy yang berasal dari Surabaya, ditemukan meninggal dunia pada pukul 18.33 Wita. Jenazah korban ditemukan di muara sungai sebelah timur Kolam Renang Delod Berawah, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Sementara korban Abdurrahman yang berasal dari Jombang, Jawa Timur masih dinyatakan hilang.

Tim dari Pos Pencarian dan Pertolongan atau SAR Jembrana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat kepolisian serta tim gabungan lainnya sempat berupaya melakukan pencarian hingga Rabu malam. Namun, dengan situasi sudah gelap dan kondisi aliran sungai yang masih membesar,  tim gabungan menyepakati pencarian korban hilang ditunda. Kepala BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra membenarkan adanya peristiwa orang terseret banjir itu. Menurutnya, tim SAR gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang hilang. "Satu korban lainnya masih hilang. Karena situasi sudah malam dan pertimbangan keselamatan tim, maka tim SAR gabungan menyepakati pencarian terhadap korban hilang dilanjutkan besok pagi (hari ini)," tegas Agus Artana. 

Terkait korban yang ditemukan meninggal dunia, kata Agus Artana, sudah langsung dibawa ke RSU Negara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan petugas medis. Menurutnya, dari pihak rekan korban sudah diminta untuk menginformasikan kabar duka itu dan masih menunggu kedatangan pihak keluarga. 7 ode

Komentar