nusabali

Jelang Galungan dan Kuningan, Anak Muda di Denpasar Tekuni Usaha Penjor

  • www.nusabali.com-jelang-galungan-dan-kuningan-anak-muda-di-denpasar-tekuni-usaha-penjor

DENPASAR, NusaBali.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan akhir November ini, berbagai peluang usaha musiman mulai bermunculan. Salah satunya adalah usaha pembuatan Penjor yang menjadi bagian penting dari tradisi umat Hindu di Bali.

Salah satu pelaku usaha muda yang turut meramaikan momentum ini adalah Dio Abinanda Nugraha (21), owner Rahayu Penjor, yang berlokasi di Jalan Pralina No 25, Denpasar Timur. Usaha ini baru dirintis sejak Oktober 2025 namun telah menunjukkan semangat besar dalam menghadapi tingginya permintaan menjelang hari raya.

“Kami mulai proses pembuatan Penjor sejak 7 Oktober 2025, sekitar enam minggu sebelum Galungan. Saat ini tim kami berjumlah empat orang, dan syukurnya bisa membagi waktu dengan kuliah karena saya kuliah pagi,” ujar Dio, Rabu (12/11/2025).

Dio mengungkapkan bahwa meski tergolong usaha baru, Rahayu Penjor mampu memproduksi hingga 50 Penjor untuk Galungan kali ini, dengan harga mulai Rp 300.000 per unit. Bahkan, pelanggan datang dari berbagai wilayah, mulai dari Uluwatu hingga Tabanan.


Modal awal yang digunakan Dio untuk merintis usaha ini sebesar Rp 6 juta, sementara untuk produksi menjelang Galungan kali ini, modal meningkat menjadi sekitar Rp 7 juta.

“Kami berusaha tetap menjaga kualitas dan estetika Penjor. Tantangannya tentu cukup berat, apalagi bahan-bahan sekarang harganya naik dan beberapa barang mulai langka. Tapi kami tetap optimis,” kata mahasiswa Universitas Warmadewa Denpasar Prodi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian tersebut.

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku akibat inflasi menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM di bidang dekorasi keagamaan. Kondisi ini membuat produsen harus menyesuaikan harga jual, sementara konsumen cenderung lebih selektif dalam membeli.

“Kami berharap masyarakat tetap memiliki daya beli yang baik terhadap produk UMKM lokal seperti Penjor kami. Kenaikan harga di saat hari raya itu hal yang wajar, tapi setiap pembelian sangat berarti untuk mendukung usaha kecil di Bali,” tambah Dio.

Meski dihadapkan pada persaingan ketat—bahkan dalam satu wilayah bisa terdapat lebih dari lima usaha serupa—Dio yakin kerja keras dan pelayanan yang baik akan membuat Rahayu Penjor semakin dikenal.

“Kami masih baru, jadi fokus utama saat ini adalah memperluas jaringan dan memperkenalkan brand Rahayu Penjor ke masyarakat,” ujarnya penuh semangat.

Bagi Dio, usaha Penjor bukan sekadar mencari rezeki musiman, tetapi juga wujud pelestarian tradisi. “Membuat Penjor itu bukan hanya bisnis, tapi juga bentuk pengabdian budaya dan spiritualitas umat Hindu Bali,” pungkasnya. *m03

Komentar