Adi Arnawa Ungkap Kriteria Penerima Beasiswa di Badung, Anak Petani sampai Nyoman–Ketut
Beasiswa
Fully Funded
Adi Arnawa
Bupati Badung
Nyoman–Ketut
Petani
Keluarga Kurang Mampu
Keluarga Miskin
SMA
S1
Sarjana
MANGUPURA, NusaBali.com – Setelah mengalokasikan dana sebesar Rp 49,90 miliar untuk program beasiswa SMA/sederajat dan S1 di Rancangan APBD 2026, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa kini membeberkan kriteria penerima beasiswa tersebut.
Kriteria penerima beasiswa yang direncanakan berjumlah 7.000 calon pelajar SMA dan 450 calon sarjana ini diungkapkan Bupati Badung di sela menyerahkan bantuan uang Hari Raya Galungan di Desa Sangeh, Abiansemal, Badung, Senin (10/11/2025).
Bupati merinci tiga kriteria umum yang sudah dipastikan sementara ini seiring penggodokan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup). Ketiga kriteria tersebut juga masih berkaitan dengan program lain seperti insentif petani dan insentif KB Bali empat anak, selain kriteria keluarga kurang mampu.
“Kriterianya apa? Satu, anak petani. Kedua adalah nyoman dan ketut, anak ketiga dan keempat. Ketiga adalah anak dari orangtua yang penghasilannya Rp5 juta ke bawah,” beber Adi Arnawa di Wantilan Pura Pucak Sari, DTW Alas Pala Sangeh Monkey Forest.
Selain itu, Adi Arnawa juga bakal membuka peluang bagi anak-anak yang orangtuanya bekerja serabutan sebagai buruh, pedagang kecil, maupun lainnya untuk menjadi penerima program beasiswa ini.
Khusus untuk program beasiswa S1 dengan sasaran 450 orang, Adi Arnawa menjelaskan akan membantu penerima beasiswa sebesar Rp2 juta per bulan selama empat tahun masa pendidikan. Artinya, penerima beasiswa dibantu Rp96 juta dan itu belum termasuk bea wisuda yang juga akan dibiayai.
Sementara itu, calon pelajar SMA/sederajat asal Badung yang memilih melanjutkan sekolah di SMA/sederajat di dalam daerah juga akan termasuk dalam program beasiswa ini. Beasiswa yang akan diberikan, kata Adi Arnawa, adalah fully funded alias pendidikan gratis.
“Inilah komitmen kami untuk hadir membantu memasyarakat dan juga komitmen kami dalam pembangunan manusia, menciptakan SDM yang unggul,” tegas Adi Arnawa, didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.
Di sisi lain, informasi dari internal Sekretariat Daerah Badung mengatakan regulasi untuk program beasiswa ini masih dalam pembahasan panjang. Sebab, program ini menyangkut kewenangan di luar Pemkab Badung seperti SMA (Pemprov Bali) dan perguruan tinggi (Kemendikti), selain itu juga perlu restu Kemendagri.
Sejauh ini, program ini baru sebatas alokasi anggaran di Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 yang juga belum diketuk palu. Sesuai pidato jawaban Bupati Badung terkait hal ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp49,90 miliar yang terdiri dari Rp36,40 untuk beasiswa SMA dan Rp13,50 untuk S1. *rat
Bupati merinci tiga kriteria umum yang sudah dipastikan sementara ini seiring penggodokan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup). Ketiga kriteria tersebut juga masih berkaitan dengan program lain seperti insentif petani dan insentif KB Bali empat anak, selain kriteria keluarga kurang mampu.
“Kriterianya apa? Satu, anak petani. Kedua adalah nyoman dan ketut, anak ketiga dan keempat. Ketiga adalah anak dari orangtua yang penghasilannya Rp5 juta ke bawah,” beber Adi Arnawa di Wantilan Pura Pucak Sari, DTW Alas Pala Sangeh Monkey Forest.
Selain itu, Adi Arnawa juga bakal membuka peluang bagi anak-anak yang orangtuanya bekerja serabutan sebagai buruh, pedagang kecil, maupun lainnya untuk menjadi penerima program beasiswa ini.
Khusus untuk program beasiswa S1 dengan sasaran 450 orang, Adi Arnawa menjelaskan akan membantu penerima beasiswa sebesar Rp2 juta per bulan selama empat tahun masa pendidikan. Artinya, penerima beasiswa dibantu Rp96 juta dan itu belum termasuk bea wisuda yang juga akan dibiayai.
Sementara itu, calon pelajar SMA/sederajat asal Badung yang memilih melanjutkan sekolah di SMA/sederajat di dalam daerah juga akan termasuk dalam program beasiswa ini. Beasiswa yang akan diberikan, kata Adi Arnawa, adalah fully funded alias pendidikan gratis.
“Inilah komitmen kami untuk hadir membantu memasyarakat dan juga komitmen kami dalam pembangunan manusia, menciptakan SDM yang unggul,” tegas Adi Arnawa, didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.
Di sisi lain, informasi dari internal Sekretariat Daerah Badung mengatakan regulasi untuk program beasiswa ini masih dalam pembahasan panjang. Sebab, program ini menyangkut kewenangan di luar Pemkab Badung seperti SMA (Pemprov Bali) dan perguruan tinggi (Kemendikti), selain itu juga perlu restu Kemendagri.
Sejauh ini, program ini baru sebatas alokasi anggaran di Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 yang juga belum diketuk palu. Sesuai pidato jawaban Bupati Badung terkait hal ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp49,90 miliar yang terdiri dari Rp36,40 untuk beasiswa SMA dan Rp13,50 untuk S1. *rat
Komentar