nusabali

Karnaval Markandya 2025, Panggung Kreativitas dan Persaudaraan Pemuda Dangin Puri Kelod

  • www.nusabali.com-karnaval-markandya-2025-panggung-kreativitas-dan-persaudaraan-pemuda-dangin-puri-kelod

DENPASAR, NusaBali.com – Karang Taruna (Katar) Markandya Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, menggelar Karnaval Markandya 2025 pada Minggu (9/11/2025) sore di Jalan Tantular, kawasan pertokoan Dewata Square, Denpasar Timur.

Kegiatan yang dibuka Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, ini menghadirkan beragam penampilan musik dari band-band lokal muda, modern dance, hingga penampilan spesial dari KIS Band dan DJ Berlin. Turut hadir pula Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Bendesa Adat Yangbatu, Perbekel Desa Dangin Puri Kelod, serta para ketua lembaga desa setempat.

Menurut Ketua Karang Taruna Markandya, AA Gde Wiryakriyana (Gungde), kegiatan ini merupakan bentuk nyata ruang ekspresi dan kreativitas bagi generasi muda di bidang seni musik.

“Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak muda Desa Dangin Puri Kelod yang punya minat dan bakat di bidang musik. Banyak di antara mereka yang sudah sering tampil di berbagai acara, tapi juga ada yang baru belajar. Karnaval ini menjadi tempat mereka unjuk kemampuan sekaligus membangun semangat kebersamaan,” ujar Gungde yang juga konsultan akuntansi dan pajak ini.

Karnaval Markandya 2025 menjadi event musik pertama yang digelar Karang Taruna desa setempat, sekaligus kegiatan pamungkas dalam masa kepengurusan periode 2020–2025. Sebelumnya, Karang Taruna Markandya juga sukses menyelenggarakan Festival Ogoh-Ogoh saat Hari Raya Nyepi.

Lomba band yang menjadi inti acara diikuti oleh perwakilan dari masing-masing banjar di Desa Dangin Puri Kelod. Peserta berasal dari berbagai kalangan usia, didominasi oleh remaja dan pelajar.

Selain lomba band, acara juga diisi penampilan dari band lokal seperti D’Mino, The Last Minute, Hingar Bingar, Tumband, serta sesi dance competition yang menambah semarak suasana hingga malam hari.

Gungde menuturkan, kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan semangat kolaborasi antar generasi muda di Denpasar.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi tradisi baru di desa, agar lahir musisi-musisi berbakat dari Denpasar Timur. Dengan persiapan yang lebih matang ke depan, kami yakin karnaval semacam ini bisa lebih besar dan berdampak luas,” ungkap alumnus Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana tersebut.

Lebih lanjut, Gungde menegaskan bahwa Karnaval Markandya sejalan dengan spirit “Vasudhaiva Kutumbakam” Kota Denpasar dan tema Provinsi Bali 2025 ‘Jagat Kerthi’.

“Festival ini tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan, inklusif, dan memberdayakan potensi lokal. Musik dapat menjadi media untuk mempererat persaudaraan dan menebar energi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai, perkembangan teknologi termasuk AI (Artificial Intelligence) dapat membuka peluang baru bagi para pemuda dalam industri musik. “Teknologi bisa menjadi alat bantu untuk berkreasi, memproduksi, dan menampilkan musik dengan cara yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya,” tandasnya. *m03

Komentar