DPRD Soroti Eksplorasi Alam Kintamani
BANGLI, NusaBali - Pemkab Bangli diminta benar-benar menjaga kawasan wisata Kintamani. Jangan sampai kawasan berpanorama indah ini tereksploitasi secara bebas. Melalui organ-organnya, Pemkab diminta peka dan tanggal terhadap dinamika di kawasan wisata terkenal tersebut.
I Nyoman Basma, salah seorang tokoh masyarakat Kintamani menyampaikan hal itu, Senin (10/11). " Eksploitasi masif yang kebablasan tentu membahayakan," tokoh asal Desa Suter yang pengurus DPD Partai Golkar Bangli, ini.
Karena itu, lanjut dia, setiap dinamika seperti investasi mesti dengan kajian yang benar dan menyeluruh. Segala aspek mesti dikaji, seperti rekomendasi lingkungan, amdal, ketenagakerjaan, dan lain-lain. "Dampak sosial ekonomi mesti dirasakan masyarakat sekitar, "kata Nyoman Basma.
Menurutnya, terlalu mahal biaya yang harus dibayar kalau Kintamani mengalami kerusakan. Karena Kintamani tak hanya sebatas panorama alamnya yang terkenal indah. Wilayah ini juga memiliki fungsi-fungsi sosial lingkungan dan edukasi.
"Sebagai kawasan hutan resapan yang menyimpan air hujan, untuk memasok sungai-sungai di dataran," terangnya.
Lanjut dia, badan dunia UNESCO menetapkan Kintamani yakni kawasan Gunung, kaldera, Danau Batur dan sekitarnya sebagai warisan dunia dengan menetapkan Batur UNESCO Global Geopark. " Itu fungsi edukasi dan penelitian," ucapnya.
Karena itu, Pemkab yang mendapat mandat untuk mengatur, diharap benar-benar melaksanakan fungsinya. "Itu 'kan, ada organ-organ pemerintahan yang memiliki fungsi dan wewenang. Contohnya pelanggaran terhadap Perda, ada Satpol PP yang berwenang, melakukan penindakan dan lainnya," kata Nyoman Basma.
Demikian juga koordinasi antar para pihak yang bersifat lintas lembaga, seperti dengan BKSDA mesti saling koordinasi.
Bila perlu, Pemkab jemput bola sehingga persoalan bisa ditangani lebih dini, tidak setelah, mencuat menjadi isu besar, baru turun. "Karena bisa akan lebih kompleks persoalannya, " ujarnya.7k17
Komentar