nusabali

Banjar Krisnantara Tibubeneng Bikin Ogoh-Ogoh Lebih Awal Sambut Tahun Baru Caka 1948

  • www.nusabali.com-banjar-krisnantara-tibubeneng-bikin-ogoh-ogoh-lebih-awal-sambut-tahun-baru-caka-1948

MANGUPURA, NusaBali.com – Semangat para pemuda Banjar Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, mulai terasa menyongsong Tahun Baru Caka 1948 pada 19 Maret 2026 mendatang. Sekaa Teruna (ST) Krisna Duta sudah lebih dulu memulai proses pembuatan ogoh-ogoh sebagai langkah awal persiapan menyambut momen sakral tersebut.

Ketua ST Krisna Duta, I Nyoman Arik Yudhiana, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk start lebih awal sejak 13 Oktober 2025.  “Kami belajar dari pengalaman tahun lalu, di mana pengerjaan ogoh-ogoh terkesan terburu-buru sehingga hasilnya kurang maksimal. Tahun ini kami ingin memantapkan konstruksi dan memperhitungkan setiap detail agar bisa tampil maksimal di ajang lomba tingkat Kabupaten Badung,” ujar Arik.

Arik menambahkan, keputusan memulai lebih awal juga mempertimbangkan kondisi sumber daya manusia di ST yang banyak bekerja dan kuliah. Dengan waktu yang lebih panjang, diharapkan proses pembuatan bisa berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas anggota.

“Sekarang pengerjaan baru sekitar lima persen, masih tahap pembuatan rangka dasar dan menentukan gerakan tubuh. Tapi semangat teman-teman luar biasa,” ungkap mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa Denpasar ini.

Untuk garapan ogoh-ogoh tahun 2026, ST Krisna Duta menganggarkan dana sekitar Rp40 juta. Tahun ini, mereka juga berencana mengakulturasi unsur tradisi dengan sentuhan teknologi mesin, menjadikan karya ini lebih modern tanpa meninggalkan nilai budaya.

Menariknya, karya tahun 2026 ini menjadi ogoh-ogoh kedua yang digarap ST Krisna Duta setelah sempat vakum sejak 2016. Tahun 2025 lalu menjadi momentum kebangkitan mereka, dan kini semangat itu terus berlanjut.

“Astungkara, lewat kepengurusan sekarang kami bisa bangkit lagi. Ogoh-ogoh ini simbol kebersamaan dan kreativitas pemuda Banjar Krisnantara,” kata Arik.

Ia tak menampik tantangan terbesar yang dihadapi ST adalah menjaga kekompakan di tengah kesibukan anggota.

“Kami menyebutnya ‘pasukan 45’, karena yang aktif biasanya segitu saja. Tapi saya harap ke depan semua bisa lebih kompak, tidak membentuk kelompok sendiri, dan terus saling merangkul,” ujarnya.

Arik juga berharap karya ogoh-ogoh tahun ini bisa menjadi bentuk kontribusi nyata pemuda terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Badung.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas anak muda bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Rencananya ogoh-ogoh kami akan menampilkan tujuh karakter tokoh,” tutupnya optimistis. *m03

Komentar