ST Pajarmas Lukluk Mulai Garap Ogoh-Ogoh Sambut Tahun Baru Caka 1948
MANGUPURA, NusaBali.com – Sekaa Teruna (ST) Pajarmas, Banjar Tengah, Desa Lukluk, Kecamatan Mengwi, Badung, mulai melakukan persiapan awal pembuatan ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 pada 19 Maret 2026 mendatang.
Meski perayaan Nyepi masih empat bulan lagi, semangat para pemuda Banjar Tengah terlihat tinggi. Mereka sudah memulai proses pembuatan sejak 6 Oktober 2025, diawali dengan nuasen—yakni rapat awal, ngatur piuning, dan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan selama pengerjaan.
Koordinator Kesenian ST Pajarmas, I Komang Agus Yudha Prawira, mengatakan pihaknya sengaja melakukan start lebih awal agar proses pembuatan bisa berjalan maksimal.
“Kami belajar dari pengalaman tahun sebelumnya. Karena pengerjaan, terutama bagian pengelasan rangka, memakan waktu lama, maka tahun ini kami mulai lebih awal supaya bisa lebih tenang dan fokus menyelesaikan karya,” ujar Yudha saat ditemui Selasa (28/10/2025).
Ia menuturkan, hingga akhir Oktober ini, progres pengerjaan ogoh-ogoh baru sekitar 15 persen, dengan tahapan pembuatan bakalan rangka serta penentuan gerak tubuh. Ogoh-ogoh rancangan ST Pajarmas tahun ini akan menampilkan tiga karakter tokoh dan dibuat dengan sistem bongkar pasang, menyesuaikan dengan kondisi banjar yang cukup kecil.
Tahun sebelumnya, karya ST Pajarmas berhasil menembus tiga besar zona IV Kabupaten Badung, dan prestasi itu menjadi motivasi bagi mereka untuk menciptakan karya yang lebih matang dan berkelas di tahun mendatang.
“Kami ingin memaksimalkan karya tahun ini agar tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat dari sisi konsep. Apalagi ogoh-ogoh di Badung sudah dikenal dengan konstruksi dan kemasan teknologi yang ekstrem,” kata Yudha.
Ia juga menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), turut memberi inspirasi dalam merancang ide dan tema ogoh-ogoh.
“Teknologi AI bisa membantu kami dalam menemukan gagasan baru dan bentuk visual yang lebih inovatif, tapi tetap harus dikendalikan agar tidak keluar dari pakem tradisi,” ujarnya.
Momentum Hari Sumpah Pemuda yang berdekatan dengan awal pengerjaan ogoh-ogoh juga dimaknai sebagai semangat kebangkitan generasi muda untuk berkarya.
“Kami berharap para pemuda bisa lebih kreatif dan peka terhadap fenomena sosial, seperti maraknya kasus perundungan di media sosial. Melalui kegiatan seni seperti ini, kami ingin menanamkan kebiasaan positif dan semangat gotong royong di lingkungan banjar,” ungkap Yudha.
Ia menambahkan, ST Pajarmas berharap ajang lomba ogoh-ogoh tahun 2026 dapat terselenggara lebih baik dan mampu memberi kontribusi nyata bagi dunia pariwisata, khususnya di Kabupaten Badung.
“Semoga karya ogoh-ogoh tidak hanya menjadi ekspresi seni dan budaya, tapi juga daya tarik wisata yang membanggakan Bali,” pungkasnya. *m03
Komentar