ST Yuda Asmara Banjar Sawah Pedungan Rayakan HUT ke-53, Lantik Pengurus Baru
DENPASAR, NusaBali.com – Sekaa Teruna (ST) Yuda Asmara, Banjar Sawah Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, merayakan HUT ke-53 sekaligus melantik pengurus baru periode 2025–2028, Sabtu (1/11/2025). Puncak acara yang digelar di balai banjar setempat berlangsung meriah dengan kehadiran berbagai unsur masyarakat dan organisasi kepemudaan di Desa Adat Pedungan.
Ketua ST Yuda Asmara terpilih, I Wayan Agus Juliantika, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi selama tiga tahun ke depan.
“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban tugas sebagai ketua ST periode 2025–2028. Awalnya sempat sulit mencari kandidat karena tidak ada yang menyanggupi. Dari 17–18 nama yang diusulkan, akhirnya saya memutuskan maju sendiri demi keberlanjutan organisasi,” ujar Agus.
Dalam usia yang ke-53 tahun, Agus berharap ST Yuda Asmara semakin kompak, solid, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Semoga di usia yang cukup matang ini, ST Yuda Asmara semakin kuat, saling merangkul, dan terus melakukan evaluasi agar menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Acara HUT turut dihadiri Kelian Adat dan Kelian Dinas Banjar Sawah Pedungan, Karang Taruna Pedungan, para perwakilan ST se-Desa Pedungan, serta anggota DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Mahendra, Ni Wayan Sari Galung, dan AA Ngurah Gede Wirawan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum kebanggaan bagi ST Yuda Asmara yang berhasil meraih Juara I Lomba Ogoh-ogoh tingkat Desa Adat Pedungan tahun 2025. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat anggota untuk terus berinovasi dan berkreasi.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan (AI), bagi generasi muda dalam mengembangkan ide dan kreativitas.
“Teknologi AI bisa menjadi sarana positif bagi kami untuk menciptakan inovasi baru dan gebrakan kreatif di lingkungan ST,” katanya.
Agus turut menyinggung fenomena perundungan (bullying) yang marak di media sosial. Ia menilai, praktik tersebut menjadi cerminan lemahnya solidaritas dalam organisasi.
“Kasus perundungan harus menjadi pelajaran bersama. Dalam organisasi, semua anggota berhak dihormati dan diperlakukan dengan baik tanpa pengecualian,” tegasnya.
Usai perayaan HUT, ST Yuda Asmara akan langsung memulai persiapan pembuatan ogoh-ogoh untuk menyambut perayaan Tahun Baru Saka 1948 mendatang.
“Setelah Galungan dan Kuningan, kami mulai menyiapkan ogoh-ogoh. Semoga kegiatan ini bisa mempererat kebersamaan sekaligus menjaga semangat seni dan budaya di Banjar Sawah Pedungan,” tutup Agus. *m03
Komentar