Volume Sampah di TPA Bengkala Menurun
SINGARAJA, NusaBali - Pengelolaan sampah yang digencarkan di Buleleng nampaknya mulai membuahkan hasil.
Volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, diklaim mengalami penurunan signifikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng mencatat, dari semula mencapai 500 meter kubik per hari, kini turun menjadi sekitar 400 meter kubik.
Kepala DLH Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan, penurunan volume sampah ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah mulai tumbuh. “Sebelumnya kami menerima laporan volume sampah di TPA Bengkala mencapai 500 meter kubik, tapi hari ini sudah 400 meter kubik. Ini bukti bahwa langkah kita bersama dalam mengelola sampah sudah membaik,” ujarnya, Minggu (9/11).
Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari berbagai program pengelolaan sampah berbasis sumber yang digencarkan Pemkab Buleleng. Mulai dari edukasi masyarakat, lomba pengelolaan sampah di sekolah, hingga pembuatan teba modern (tempat olah sampah terpadu) di desa-desa.
“Kami telah melaksanakan banyak program untuk menangani sampah ini. Atas arahan Bupati Buleleng, kami genjot setiap OPD mengelola sampahnya, bahkan sampai membuat teba modern. Di sekolah-sekolah juga kami motivasi lewat lomba pengelolaan sampah,” jelasnya.
Ia menyebut, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada DLH, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Pesan saya, jangan saling menyalahkan, tapi mari berbenah bersama mengelola sampah dari rumah,” tegasnya.
DLH Buleleng juga memaksimalkan armada dan sarana prasarana baru hasil Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung senilai Rp 4,8 miliar, yang digunakan untuk pengangkutan sampah dan penanganan pohon perindang. Selain itu, pengelolaan sampah kini dilakukan secara terjadwal, Senin hingga Jumat untuk sampah organik, Sabtu untuk anorganik, dan Minggu untuk residu yang langsung dikirim ke TPA Bengkala.
“Dengan sistem ini, kami harap tidak terjadi lagi penumpukan sampah di TPA. Masyarakat juga bisa menyesuaikan pola pembuangan agar pengangkutan lebih efisien,” tambahnya.
Untuk memperkuat gerakan kebersihan, Bupati Buleleng juga menerbitkan Surat Edaran Gerakan Buleleng Bersih Sampah. Setiap hari Jumat, seluruh OPD diwajibkan turun ke lapangan membersihkan lingkungan bersama desa dan masyarakat. “Tiap OPD punya wilayah binaan masing-masing. Nah, sekarang tinggal menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan setiap hari,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar TPA Bengkala tidak lagi menanggung beban berlebih. “Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampahnya sendiri mulai terasa, dan keberadaan teba modern berdampak baik. Mari jaga momentum ini,” tutup dia.7 mzk
Komentar