SPPG di Buleleng Terus Bertambah
Kubutambahan dan Gerokgak Masih Minim, Terkendala Geografis
SINGARAJA, NusaBali - Kabupaten Buleleng terus menambah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menunjang Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Minggu (9/11), sudah 16 SPPG beroperasi dan melayani total 42.794 siswa di ratusan sekolah. Namun dari sebaran tersebut, Kecamatan Kubutambahan dan Gerokgak justru masih tergolong minim fasilitas SPPG, karena tantangan akses geografis.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buleleng Rusdianto, mengatakan proyeksi total SPPG Buleleng diperkirakan mencapai minimal 47 unit. Namun tidak menutup kemungkinan bisa lebih, karena ada beberapa wilayah membutuhkan SPPG kapasitas kecil yang hanya melayani 1-3 sekolah.
“Daerah tertentu yang jauh dari pusat kecamatan, di bukit atau lembah, membutuhkan SPPG khusus agar ketahanan makanan tetap terjaga,” kata Rusdianto.
Menurutnya, proses penambahan SPPG secara umum tidak mengalami kendala dari sisi kemitraan. Minat rekanan dan masyarakat untuk terlibat justru tinggi. Namun dalam pemetaan sebaran, beberapa kecamatan masih tertinggal.
“Gerokgak masih minim, Kubutambahan juga minim, termasuk Sukasada dan Tejakula. Gerokgak itu wilayahnya luas dan persebaran sekolah berjauhan. Di Kubutambahan, medan dan akses juga cukup menantang,” jelas dia.
Kondisi geografis ini menyebabkan mitra masih menimbang resiko pembangunan dapur SPPG di wilayah ekstrem. Apalagi saat ini sedang memasuki musim hujan. Meski demikian, Satgas Kabupaten dan tim BGN terus melakukan pendampingan serta mendorong agar SPPG turut dibangun di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini untuk pemerataan program prioritas nasional, selain jumlah penerima manfaat tetap besar dan membutuhkan akses distribusi pangan lebih dekat.
Dengan total 16 SPPG yang sudah berjalan, Buleleng kini tercatat menjadi kabupaten ketiga terbanyak kepemilikan SPPG di Bali. Namun pemerataan distribusi diyakini menjadi kunci agar layanan makan bergizi benar-benar menjangkau seluruh sekolah hingga pelosok.
“Kita pastikan pemetaan terus kita kawal. Daerah sulit pun harus tetap terlayani,” tegas Rusdianto.7 k23
Komentar