Kasus Ulah Pati Tinggi, Komunitas Hipnotis Prihatin
Siap Ngayah Bangun Kesehatan Mental Krama Bali
DENPASAR, NusaBali - Tingginya angka kasus bunuh diri di Bali menjadi keprihatinan banyak pihak. Salah satunya para ahli hipnoterapi (hipnotis) di Bali yang tergabung dalam Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Provinsi Bali.
Sebagai destinasi wisata internasional, Bali ternyata menyimpan sisi yang bertolak belakang sebagai tempat healing warga dunia.
Psikolog, psikiater, hingga ahli sosial telah menyuarakan Bali darurat kesehatan mental. Kini, para ahli hipnoterapi (hipnotis) di Bali yang tergabung dalam Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Provinsi Bali
juga siap ‘ngayah’ untuk membangun kesehatan mental krama Bali. Ketua PKHI Bali Grand Master Hipnosis, Anak Agung Ngurah Lanang Agung Ananda atau Lan Ananda mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan semua pihak mulai pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengkampanyekan kesehatan mental di Pulau Dewata.
“Kita boleh praktek di rumah sakit, kita boleh membuat griya hipnoterapi,” ujar Lan Ananda saat kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) DPD PKHI Bali, di Denpasar, Minggu (9/11). Lan Ananda mengungkapkan ada ribuan hipnotis di Bali yang telah mengikuti kursus atau pelatihan. Namun demikian ia mengakui yang bergelar master atau grand master masih cukup terbatas. Lan Ananda yang kembali terpilih memimpin PKHI Bali periode 2025-2030 ini menegaskan akan menghimpun ribuan hipnotis Bali untuk sama-sama bergerak sampai ke akar rumput, sampai ke banjar-banjar untuk membangun kesadaran kesehatan mental. “Kita masuk ke banjar-banjar, sekolah-sekolah, kita menggandeng semua lembaga,” tegas Lan Ananda.
Sementara Anggota Komisi IX DPR RI Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani yang membuka kegiatan Musda menyampaikan Bali sudah darurat kesehatan mental. Kasus bunuh diri bukan hanya dilakukan orang dewasa tapi juga dilakukan oleh anak-anak.
“Ini sudah alarm keras bagi kita semua bahwa kesehatan mental masyarakat Bali membutuhkan perhatian serius dan langkah nyata bersama,” ujar politisi Partai Demokrat ini. Tutik yang juga seorang master hipnoterapi ini mendukung upaya PKHI Bali menjadi garda terdepan membangun kesadaran, pencegahan, dan penanganan masalah kesehatan mental di masyarakat.
Da pun prihatin, apalagi Bali sebagai destinasi healing terbaik di dunia, justru kasus bunuh dirinya tertinggi di Indonesia. "Bali sebenarnya destinasi healing terbaik di dunia, justru menempati kasus bunuh diri tertinggi di Indonesia. Memilukan lagi, dari berbagai laporan, beberapa kasus melibatkan anak-anak usia sekolah. Termasuk siswa kelas 3 SMP," katanya. Menurutnya, penggunaan gadget pada anak bahkan balita menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan mental. "Saya melihat itu akan terjadi gangguan mental, adiktif itu. Saat diambil gadgetnya anak-anak marah. Kadang-kadang orang tua tidak sadar dan berharapan anak tenang. Padahal mengganggu kesehatan mental," katanya. Oleh karena itu, langkah promotif dan preventif sangat diperlukan.
Masyarakat jangan sampai terstigma, jika merasa jiwa tak sehat langsung ke psikolog. "Jangan terstigma kalau masuk ke RS Jiwa sudah sakit jiwa. Padahal di situ banyak ada konseling, psikolog. Kalau diterapkan dan didukung keluarga dan masyarakat pasti sembuh," paparnya.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKHI Fauzan Asmara mengatakan para psikolog, psikiater tidak bisa bekerja sendirian dalam mengawal kesehatan mental di masyarakat. Menurutnya peran para hipnotis akan sangat krusial apalagi di Bali yang angka kasus bunuh dirinya tertinggi di Indonesia. Fauzan mengatakan, profesi hipnotis sudah diatur dalam perundang-undangan dan diperbolehkan memberi layanan di rumah sakit. Bahkan, nantinya hipnotis akan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) seperti tenaga kesehatan lainnya. “Banyak dokter (psikiater) yang angkat tangan, banyak psikolog klinis yang angkat tangan. Kita adalah pihak lain yang ikut mendukung kesehatan mental masyarakat,” ujar Fauzan. 7 adi
Komentar