Lepas Tukik dan Tanam 1.000 Terumbu Karang di Pantai Tanjung Kerambitan
SEMARAPURA, NusaBali - Pelepasan 15 tukik (anak penyu) dan penanaman 1.000 terumbu karang menjadi salah satu rangkaian penting dalam Festival Nusa Penida ke-8 tahun 2025. Aksi pelestarian lingkungan ini digelar di Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (9/11).
Melibatkan pemerintah, komunitas, dan masyarakat lokal. Bupati hadir didampingi Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Sekda Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, Ketua TP PKK Klungkung Ny Eva Satria, dan Sekretaris I TP PKK Klungkung Kusuma Surya Putra.
Komunitas peduli lingkungan, Nuansa Pulau, dan para siswa antusias mengikuti kegiatan. Bupati Satria mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut di Nusa Penida. Selain menjadi daya tarik wisata, laut Nusa Penida memiliki nilai ekologis yang tinggi dan perlu dijaga keseimbangannya. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pariwisata harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Festival Nusa Penida bukan sekadar ajang hiburan dan promosi wisata, tetapi juga momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam,” ujar Bupati Satria.
Aksi konservasi laut seperti ini memang rutin digelar setiap tahun dalam rangkaian Festival Nusa Penida. Selain pelepasan tukik, juga menanam terumbu karang di kawasan pantai yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata bahari berkelanjutan. Tahun ini, sebanyak 1.000 bibit karang ditanam sebagai langkah nyata pemulihan ekosistem laut di Perairan Batununggul. Kawasan laut Nusa Penida memiliki sekitar 1.400 hektare hamparan terumbu karang alami yang menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan, penyu, dan biota laut langka seperti mola-mola serta pari manta.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, tekanan akibat aktivitas wisata dan perubahan iklim membuat beberapa area karang mengalami kerusakan. Karena itu, kegiatan seperti penanaman karang dan pelepasan tukik yang baru berumur enam bulan menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Festival Nusa Penida 2025 mengusung tema ‘The Soul of Tomorrow’, yang bermakna semangat menjaga ‘jiwa’ Nusa Penida untuk masa depan, melalui sinergi budaya, alam, dan pariwisata berkelanjutan.
Festival berlangsung 6–9 November ini menampilkan beragam kegiatan, mulai dari parade budaya, pameran UMKM, pentas seni, hingga aksi konservasi lingkungan seperti pelepasan tukik, penanaman terumbu karang, dan bersih-bersih pantai. Bupati Satria berharap kegiatan konservasi di Nusa Penida tidak hanya berhenti sebagai simbol seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. “Menjaga laut sama artinya menjaga masa depan pariwisata dan kehidupan masyarakat Nusa Penida,” tegas Bupati Satria. 7 k24
Komentar