nusabali

Ivy Elizabeth Bawa Misi ‘Luhur Batik’

Raih Prestasi 1st Runner Up Putri Batik Cilik Indonesia 2025

  • www.nusabali.com-ivy-elizabeth-bawa-misi-luhur-batik

“Saya ingin generasi muda untuk mengenal lebih banyak dan mencintai warisan leluhur bangsa terutama batik”

DENPASAR, NusaBali 
Setelah meraih prestasi 1st Runner Up Putri Batik Cilik Indonesia 2025, remaja Bali Ivy Elizabeth Lea Sahetapy Cox, 12, bersiap menjadi duta batik cilik nasional. Gadis dengan segudang hobi ini kini bersiap membawa misi ‘Luhur Batik’ sebagai duta budaya Indonesia. 

Meskipun ia harus membagi waktu antara sekolah dan persiapan lomba, Ivy tampil mengesankan pada grand final di Jakarta, 1 November 2025 lalu. Mengenalkan batik motif Jagatan Pisang Bali di kancah nasional, Ivy bangga menjadi bagian dari generasi yang melestarikan warisan bangsa.

Para finalis menampilkan bakat, pengetahuan budaya, serta kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) untuk menjadi duta muda batik Indonesia. Sebelum malam puncak, seluruh finalis menjalani karantina di Jakarta sejak 29 Oktober 2025. Dalam masa karantina, para peserta mendapatkan pembekalan dari mentor profesional di bidang kepribadian, budaya, dan komunikasi publik. Mereka juga mengikuti kelas tata rias, etika berpenampilan, serta pelatihan menjaga kesehatan fisik dan mental.

Salah satu pesan yang paling berkesan bagi peserta datang dari para mentor, ‘Cantik itu relatif, tapi cerdas itu harus’. Pesan tersebut menjadi pegangan banyak finalis, termasuk Ivy. “Dari situ saya belajar untuk lebih disiplin, fokus, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Ivy kepada NusaBali, Minggu (9/11). 

Ivy bersyukur bisa membawa pulang predikat 1st Runner Up Putri Batik Cilik Indonesia 2025. Gadis berdarah Indonesia, Filipina dan Australia mengatakan prestasi yang diraih tak terlepas dari dukungan banyak pihak, baik  Bali Satu Event Organizer, Putri Anak Remaja Indonesia Bali, JB School, DD Foundation, dan ibunda tercinta. 

Selanjutnya, Ivy akan menjalankan advokasi bertema Luhur Batik (No matter where life takes you, Don't forget your roots). Dengan advokasi ini, Ivy ingin mengajak generasi muda untuk melestarikan warisan budaya bangsa. Menurutnya, modernisasi bukan alasan untuk melupakan jati diri. Sebaliknya justru harus menjaga dan bangga mengenalkan budaya Indonesia seperti batik. Karena sejauh mana pun kita pergi, akar budaya kita akan selalu menjadi jati diri dan kebanggaan. 

“Saya ingin generasi muda untuk mengenal lebih banyak dan mencintai warisan leluhur bangsa terutama batik. Selama ini batik dianggap kuno dan hanya dipakai untuk orang dewasa dan di acara tertentu, tapi sebenarnya batik bisa menjadi trend fashion bagi anak muda,” sebutnya. 

Mengikuti ajang Putri Batik Cilik Indonesia memberikan Ivy pengalaman baru dan belajar lebih banyak lagi mengenai kebudayaan Indonesia, khususnya Batik. Selain mencari pionir anak Indonesia, ajang Putri Batik Cilik Indonesia yang diselenggarakan DD Foundation Indonesia sejak 2018 juga digelar untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia, khususnya budaya batik, sehingga batik bisa terkenal hingga ke seluruh nusantara dan mancanegara.

Ivy mengaku siap memperkenalkan batik hingga mancanegara. Sejumlah pengalaman internasional seperti mendapatkan beasiswa dari sekolah dan Konsulat Cina karena prestasinya di bidang bahasa Inggris dan Mandarin akan menjadi bekal berharga sebagai duta batik. 

Terkait cita-citanya di masa depan, Ivy pun tidak jauh-jauh dari perannya saat ini. Ia berharap suatu saat bisa mewakili Indonesia sebagai diplomat. “Saya bercita-cita ingin menjadi seorang ambassador,” tandasnya. 7 adi 

Komentar