nusabali

Tanamkan Cinta Budaya, Desa Dauh Puri Kaja Gelar Lomba Gender Wayang untuk Pelajar SD

  • www.nusabali.com-tanamkan-cinta-budaya-desa-dauh-puri-kaja-gelar-lomba-gender-wayang-untuk-pelajar-sd

DENPASAR, NusaBali.com - Dalam upaya melestarikan seni dan budaya Bali sejak usia dini, Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, menggelar Lomba Gender Wayang tingkat pelajar SD, Jumat (7/11/2025). Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Kantor Desa Dauh Puri Kaja, dan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Camat Denpasar Utara.

Lomba gender wayang ini merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan desa yang diinisiasi di bawah kepemimpinan Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ngurah Sucipta, melalui program kerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa. Tahun ini, lomba diikuti oleh lima pasang peserta dari tujuh banjar yang ada di wilayah Desa Dauh Puri Kaja.

Ketua LPM Desa Dauh Puri Kaja, I Made Surya Darma, menjelaskan bahwa lomba ini secara khusus melibatkan peserta tingkat pelajar SD sebagai bentuk pembinaan seni karawitan sejak dini.

“Kami ingin memperkenalkan seni megender kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar agar tumbuh kecintaan terhadap budaya Bali dan muncul generasi penerus dalam bidang seni karawitan,” ujar Surya Darma.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi sarana implementasi visi dan misi Kota Denpasar sebagai kota berwawasan budaya. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal lebih dekat seni tradisi yang erat kaitannya dengan prosesi keagamaan Hindu di Bali.

“Gender wayang sangat identik dengan upacara yadnya di Bali. Karena itu, penting bagi kami untuk menjaga keberlanjutannya dengan cara yang menarik dan mendidik,” imbuhnya.

Desa Dauh Puri Kaja memiliki tradisi unik dalam penjadwalan kegiatan sosial dan budaya setiap tahunnya. Pada tahun ganjil, seperti 2025 ini, desa menggelar kegiatan metatah massal dan sunat massal sebagai wujud pelaksanaan manusa yadnya. Sedangkan pada tahun genap, akan dilaksanakan Dauh Puri Kaja Festival (DPKJ) sebagai ajang kreativitas dan ekspresi budaya masyarakat.

Selain lomba gender wayang, sepanjang tahun 2025 ini Desa Dauh Puri Kaja juga sukses menggelar sejumlah kegiatan sosial dan kemasyarakatan, di antaranya:
1. Metatah massal dan sunat massal,
2. Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM),
3. Lomba megender tingkat pelajar,
4. Giat bersih-bersih dan penataan sungai pasca banjir.

Surya Darma mengakui, pelaksanaan kegiatan tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi warga pasca banjir besar yang melanda wilayah Desa Dauh Puri Kaja pada 10 September 2025 lalu.

“Banjir kemarin (10 September 2025) menjadi tantangan besar bagi kami. Banyak aliran sungai yang rusak akibat luapan air. Karena itu, kami jadikan kegiatan gotong royong tahun depan sebagai evaluasi dan upaya penataan lingkungan lebih baik,” jelasnya.

Ia pun berharap, lomba gender wayang tahun ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kreativitas dan kualitas SDM generasi muda, khususnya di tingkat dusun dan banjar.

“Minimal di tingkat banjar dulu, anak-anak punya wadah untuk berekspresi dan mengenal seni budaya mereka sendiri. Dari sana kita bisa menyiapkan generasi yang unggul, kreatif, dan berkarakter,” pungkasnya.*m03

Komentar