Dokter: Obesitas Jadi Akar Masalah Diabetes
DENPASAR, NusaBali - Dalam rangka World Diabetes Day 2025, RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah melalui unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menggelar podcast bertema ‘Diabetes dan Kehidupan di Tempat Kerja’, yang disiarkan langsung di kanal YouTube PKRS, Jumat (6/11).
Podcast menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dr I Made Siswadi Semadi SpPD, K-EMD, FINASIM, yang membahas pengertian, penyebab, dan pencegahan diabetes.
“Diabetes adalah penyakit kronis akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin yang menyebabkan kadar gula darah meningkat,” kata dr Siswadi.
Dia menuturkan, gejala awal diabetes sering tidak disadari, seperti sering buang air kecil, mudah haus, cepat lelah, dan penurunan berat badan tanpa sebab.
Menurutnya, kegemukan menjadi faktor dominan penyebab diabetes, karena meningkatkan risiko gangguan metabolik. Dia mengutip data WHO yang menyebut bahwa obesitas merupakan penyakit serius dan pemicu komplikasi seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan hipertensi.
Dia menegaskan bahwa tidak semua kegemukan berarti sehat, karena dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi kondisi obesitas yang berisiko tinggi terhadap berbagai penyakit.
“Orang yang gemuk sehat pada akhirnya bisa berujung menjadi gemuk tidak sehat jika tidak menjaga pola makan dan aktivitas fisik,” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat dengan berat badan berlebih serta memiliki gejala diabetes untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemerintah saat ini telah menyediakan berbagai program pemeriksaan dan skrining kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Biasanya gejala diabetes di fase awal tidak terlihat. Karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin agar penyakit bisa dideteksi sedini mungkin,” ucap dr Siswadi.
Dia menegaskan bahwa kegemukan perlu ditangani sejak dini, mulai dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa, agar tidak menjadi ‘bom waktu’ bagi kesehatan di masa depan.
“Penanganan harus dilakukan melalui pola makan sehat mengurangi gula, memperbanyak konsumsi makanan bergizi, serta berolahraga teratur sesuai kebutuhan tubuh,” ujarnya.
Dia menambahkan sebagian besar diabetes memang tidak dapat disembuhkan, namun penderita bisa mengontrolnya dan mengurangi risiko komplikasi.
Dia juga menyoroti tren konsumsi minuman dan makanan tinggi gula di kalangan generasi muda. “Kebiasaan mengonsumsi minuman dengan kadar gula tinggi secara berlebihan sangat berisiko menimbulkan diabetes di usia muda. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kandungan gula, karbohidrat, dan zat-zat lain dalam makanan sebelum dikonsumsi,” pesannya. 7 cr81
Komentar