nusabali

PHRI Klungkung Dorong Solusi Bijak

Kisruh Lift Kaca Pantai Kelingking

  • www.nusabali.com-phri-klungkung-dorong-solusi-bijak

SEMARAPURA, NusaBali - Polemik proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, memantik perhatian berbagai pihak, termasuk Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Klungkung, Putu Darmaya.

Dia menilai situasi ketidakpastian yang berkepanjangan hanya akan menimbulkan kerugian, baik bagi investor maupun masyarakat Nusa Penida.

“Lift kaca ini sudah terbangun sekitar 70 persen. Jika ketidakpastian terus berlarut, investor bisa saja meninggalkan proyek, sementara masyarakat hanya akan mendapatkan dampak negatifnya,” ujar Darmaya, saat ditemui di Caspla Beach Club, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida, Jumat (7/11). 

Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menyikapi persoalan ini hanya dari sisi viralitas semata, melainkan dengan pertimbangan rasional dan solusi konstruktif. Dia menegaskan, nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar Rp 200 miliar, menunjukkan keberanian dan komitmen investor dalam membangun sektor pariwisata di Nusa Penida. Terlebih, telah berproses dari bawah, dengan melakukan sosialisasi kepada Banjar Adat Karang Dawa, maupun dengan warga Desa Bunga Mekar. 

“Menarik investasi sebesar itu tidak mudah. Banyak investor yang hanya memiliki tanah tanpa keberanian untuk membangun di Nusa Penida. Sementara investor Lift Kaca ini sudah menunjukkan langkah nyata, dan itu harus diapresiasi,” ujarnya. Terkait perdebatan antara pemerintah dan investor, Darmaya menilai bahwa permasalahan yang muncul bukan sepenuhnya tanggung jawab investor. Dia menyebut terdapat inkonsistensi pada tataran kebijakan dan implementasi regulasi. Sehingga, dia mendorong agar penyikapan masalah ini dilakukan secara jernih, agar mampu melahirkan langkah penyelesaian yang konkret. Tidak malah larut dalam polemik. 

Ketua PHRI Klungkung, Putu Darmaya. -BAGIARTA 

Sebagai solusi, Darmaya menyarankan agar proyek tidak dihentikan, melainkan disesuaikan agar tetap selaras dengan aspek lingkungan dan estetika alam di sekitar Kelingking. “Jika memang menghalangi panorama pantai, tiangnya bisa dipotong setengah dan dibuatkan akses jalan yang lebih ramah lingkungan. Bila warnanya terlalu mencolok, bisa disesuaikan agar menyatu dengan warna alam sekitar,” terangnya.

Sebagai Ketua PHRI Klungkung, dia pun kembali mengingatkan bahwa Nusa Penida membutuhkan investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mendukung pembangunan infrastruktur daerah. Maka, dia mendorong pemerintah, investor, dan tokoh masyarakat sebaiknya duduk bersama. Fokus pada perbaikan dan solusi, bukan pertengkaran. Karena Nusa Penida perlu terus berkembang, dan Klungkung membutuhkan pendapatan untuk membangun daerah. 7 k24

Komentar