Gangguan Trantib Meningkat, Mayoritas Personel PNS Satpol PP Badung Sudah Sepuh
Satpol PP Badung
Personel
SDM
IGAK Suryanegara
usia pensiun
Gangguan Trantib
Kamtibmas
Satpol PP
DPRD Badung
Lanang Umbara
Pendatang
MANGUPURA, NusaBali.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung mengalami penuaan dari segi personel, khususnya yang berstatus PNS. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya gangguan ketentraman dan ketertiban (trantib) umum di Gumi Keris.
Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki 267 personel aktif saat ini. Sebanyak 155 personel di antaranya merupakan PNS dan 112 personel lainnya adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Setiap tahunnya, ada 17–20 personel yang pensiun.
“Dari 155 personel PNS ini pun rata-rata sudah berusia di atas 50 tahun. Usia yang kalau diajak ke lapangan naik motor itu sudah agak-agak,” ungkap Suryanegara dalam rapat kerja bersama Komisi I DPRD Badung di Puspem Badung, Kamis (6/11/2025).
Suryanegara menuturkan, sekitar 70 persen dari personel PNS Satpol PP Badung umurnya mulai mendekati usia pensiun. Kata dia, jika tahun-tahun ini paling banyak 20 personel yang pensiun maka tahun 2027 nanti jumlahnya menyentuh 50 personel yang akan pensiun.
Untuk itu, hanya personel dari kalangan PPPK yang usianya cenderung muda yang saat ini dapat dikerahkan lebih lincah. Meski begitu, ada faktor lain yang membuat Satpol PP Badung mengalami krisis personel yakni 60 personel kini menjadi petugas jaga seperti di rumah jabatan, kediaman, rumah dinas instansi vertikal, dan lainnya.
“Akhirnya, 60 orang anggota kami tidak boleh diapa-apakan, tidak boleh diambil (untuk tugas lain). Apalagi kemarin itu ada rencana demo, semua pegawai kami kerahkan berjaga. Itu belum tugas kami untuk patroli dan lain-lain,” beber Suryanegara.
Kondisi pelik yang dialami Satpol PP Badung sebagai penegak perda dan trantibum ini terjadi di tengah peningkatan kasus gangguan trantib. Sebagai daerah yang menjadi pusat dari ‘gula’ pariwisata Bali, Badung jadi primadona pendatang yang datang baik dengan maupun tanpa skill dan tinggal di Bali tanpa pekerjaan.
Meningkatnya gangguan ketertiban ini pun menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara saat memimpin rapat kerja, Kamis siang. “Di mana ada gula, pasti semutnya banyak datang. Melihat fenomena ini, banyak terjadi kerusuhan, gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah kita,” tuturnya.
Lanang tidak menstigmakan para pendatang sebagai perusuh. Namun, kata dia, fenomena gangguan trantib belakangan ini tidak dinafikan memang kebanyakan—80 persen, kata dia—disebabkan oleh oknum pendatang. Persoalan ini memerlukan antisipasi dan peran krusial Satpol PP Badung yang kini sudah sepuh. *rat
“Dari 155 personel PNS ini pun rata-rata sudah berusia di atas 50 tahun. Usia yang kalau diajak ke lapangan naik motor itu sudah agak-agak,” ungkap Suryanegara dalam rapat kerja bersama Komisi I DPRD Badung di Puspem Badung, Kamis (6/11/2025).
Suryanegara menuturkan, sekitar 70 persen dari personel PNS Satpol PP Badung umurnya mulai mendekati usia pensiun. Kata dia, jika tahun-tahun ini paling banyak 20 personel yang pensiun maka tahun 2027 nanti jumlahnya menyentuh 50 personel yang akan pensiun.
Untuk itu, hanya personel dari kalangan PPPK yang usianya cenderung muda yang saat ini dapat dikerahkan lebih lincah. Meski begitu, ada faktor lain yang membuat Satpol PP Badung mengalami krisis personel yakni 60 personel kini menjadi petugas jaga seperti di rumah jabatan, kediaman, rumah dinas instansi vertikal, dan lainnya.
“Akhirnya, 60 orang anggota kami tidak boleh diapa-apakan, tidak boleh diambil (untuk tugas lain). Apalagi kemarin itu ada rencana demo, semua pegawai kami kerahkan berjaga. Itu belum tugas kami untuk patroli dan lain-lain,” beber Suryanegara.
Kondisi pelik yang dialami Satpol PP Badung sebagai penegak perda dan trantibum ini terjadi di tengah peningkatan kasus gangguan trantib. Sebagai daerah yang menjadi pusat dari ‘gula’ pariwisata Bali, Badung jadi primadona pendatang yang datang baik dengan maupun tanpa skill dan tinggal di Bali tanpa pekerjaan.
Meningkatnya gangguan ketertiban ini pun menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara saat memimpin rapat kerja, Kamis siang. “Di mana ada gula, pasti semutnya banyak datang. Melihat fenomena ini, banyak terjadi kerusuhan, gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah kita,” tuturnya.
Lanang tidak menstigmakan para pendatang sebagai perusuh. Namun, kata dia, fenomena gangguan trantib belakangan ini tidak dinafikan memang kebanyakan—80 persen, kata dia—disebabkan oleh oknum pendatang. Persoalan ini memerlukan antisipasi dan peran krusial Satpol PP Badung yang kini sudah sepuh. *rat
Komentar