BPBD Ajak Warga Ikut Mitigasi Bencana
Januari-Februari Puncak Musim Hujan
DENPASAR, NusaBali - Hujan cukup deras mengguyur sebagian besar wilayah Bali pada Rabu (5/11) hingga Kamis (6/11) pagi.
Menimbulkan sejumlah kejadian bencana, genangan air, dan meluapnya air sungai. Puncak musim hujan sendiri diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melaporkan terjadi genangan air yang cukup tinggi di wilayah Pancasari, Tabanan, namun tak butuh waktu lama surut. Tiang listrik tumbang terjadi di wilayah Gianyar, pohon tumbang di Jembrana. Sementara di Denpasar terjadi genangan air cukup tinggi di Jalan Ken Arok dan debit Tukad Badung sempat meningkat.
“Bersyukur dalam kejadian itu tidak ada korban,” ujar Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja ditemui di kantornya, Jalan Panjaitan, Niti Mandala, Denpasar, Kamis (6/11) siang. Gede Teja menambahkan, pihaknya juga menerima laporan kejadian bencana pohon tumbang di Pura Dalem Ped Nusa Penida, Klungkung, pada Rabu (5/11) malam. Namun, peristiwa yang mengakibatkan 1 korban meninggal dunia dan 5 orang luka-luka ini terjadi saat tidak hujan maupun ada angin kencang. “Pada saat itu kondisi kejadian tidak ada informasi terjadi hujan maupun angin di sana, tetapi dahan yang patah dan menimpa warga yang sedang aktivitas persembahyangan,” jelas Gede Teja.
Lebih lanjut Kalaksa BPBD Bali menegaskan mitigasi bencana terus dilakukan pihaknya bersama-sama dengan instansi terkait lainnya. Pemerintah, ujarnya, selalu berusaha menguatkan koordinasi, mendorong melakukan pembersihan sungai, mengeruk sungai, menyediakan peralatan, dan kegiatan lainnya. Meski demikian, kolaborasi dengan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menekan kejadian bencana hidrometeorologi. Cuaca ekstrem biasanya terjadi secara masif atau luas, sehingga BPBD tidak mungkin sendirian menangani dari hulu sampai hilir.
“Tentu tidak cukup karena banyak faktor yang mempengaruhi terutama kita butuh support dari seluruh masyarakat, manajemen lingkungan masing-masing, sampah, saluran drainase juga. Cukup banyak drainase yang mampet oleh sampah, lumpur, atau bahkan proyek atau kabel juga ada,” ujar Gede Teja. Dia menambahkan, intensitas hujan yang terjadi beberapa hari terakhir memang tidak setinggi saat kejadian bencana 10 September 2025 lalu yang mengakibatkan belasan korban meninggal dan sampai saat ini ada korban yang belum ditemukan.
Meski demikian Gede Teja mengingatkan, saat ini masih awal musim hujan yang akan terus berlangsung dalam beberapa bulan mendatang. Puncak musim hujan sendiri diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2026. “Jadi perlu waspada karena potensi curah hujan beratnya masih ada. Puncak musim hujan itu Januari sampai Februari 2026,” tadas Gede Teja. 7 adi
Komentar