nusabali

Mitigasi Cuaca Ekstrem, 10 Pohon Rawan di Pinggir Jalan Nasional Dipangkas

  • www.nusabali.com-mitigasi-cuaca-ekstrem-10-pohon-rawan-di-pinggir-jalan-nasional-dipangkas

SINGARAJA, NusaBali - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng melakukan pemangkasan pohon perindang di sepanjang jalur nasional Singaraja–Seririt.

Sebanyak 10 pohon direkomendasikan Balai Jalan Nasional untuk dirapikan karena dinilai memiliki risiko tumbang saat cuaca ekstrem.

Pemangkasan dilakukan pada lokasi-lokasi yang dinilai paling rawan, terutama di sekitar Temukus, Banjar, dan Dencarik. Penanganan dipilih pada hari libur (Sabtu-Minggu) sehingga tidak mengganggu aktivitas dan arus lalu lintas masyarakat.

Kalak BPBD Buleleng, Rabu (5/11) mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak cuaca ekstrem yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Asesmen bersama Balai Jalan menunjukkan beberapa pohon masuk kategori rawan patah maupun tumbang.

“Dari asesmen Balai Jalan, ada pohon kategori cukup riskan. Kini koordinasi kita sudah berjalan baik, sehingga bisa menindaklanjuti bersama dengan pemangkasan dan merapikan pohon yang memang layak dipangkas,” ujar Suyasa.

BPBD juga menerima permintaan masyarakat terkait pemangkasan pohon di sekitar rumah, namun diimbau tetap melalui jalur koordinasi Pemerintah Desa terlebih dulu. BPBD siap melakukan asesmen dan membantu pekerjaan lapangan terutama yang tergolong berat.

Sementara itu sejumlah wilayah juga dipetakan rawan terdampak cuaca ekstrem. Terutama wilayah yang memiliki dataran tinggi, seperti Kecamatan Sukasada, Banjar dan Kubutambahan. Daerah-daerah dataran tinggi di Buleleng ini memiliki risiko tinggi terdampak bencana pohon tumbang hingga tanah longsor.

“Mitigasi kami BPBD terus memperkuat kolaborasi bersama TRC, DLH, PUTR, Damkar, TNI-Polri, pemerintah kecamatan hingga desa untuk mengoptimalkan antisipasi dan penanganan bencana,” papar mantan Camat Tejakula ini. 7 k23

Komentar