nusabali

Jelang Akhir 2025, Capaian Investasi di Buleleng Tembus Rp30,3 T

  • www.nusabali.com-jelang-akhir-2025-capaian-investasi-di-buleleng-tembus-rp303-t

SINGARAJA, NusaBali - Realisasi investasi di Kabupaten Buleleng terus menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025, nilai investasi yang masuk tercatat telah mencapai Rp30,3 triliun, jauh melampaui target tahunan sebesar Rp 2,5 triliun. Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa minat dunia usaha untuk menanamkan modal di Buleleng terus meningkat.

Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri tertanggal 11 Juli 2025 dan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, Ketut Agus Widi Sanjaya, mengatakan capaian investasi tersebut merupakan hasil dari laporan rencana investasi tahun 2025 yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Target investasi tahun 2025 sekitar Rp 2,5 triliun, dan hingga Oktober sudah tercapai Rp 30,3 triliun atau dengan realisasi laporan kegiatan penanaman modal sebesar Rp 650 miliar lebih,” ujar Agus Widi, Selasa (4/11).

Menurutnya, angka Rp30,3 triliun itu merupakan total rencana investasi yang tercatat melalui sistem Online Single Submission (OSS), yakni platform perizinan berusaha berbasis risiko yang terintegrasi secara nasional.

“Melalui pendaftaran online itu kita bisa memonitor jumlah angka rencana investasi yang akan dilakukan oleh investor di Buleleng. Dan berdasar total angka realisasi investasi Oktober 2025 tercatat sebesar Rp 650 miliar lebih,” imbuhnya.

Agus Widi menjelaskan, sektor-sektor yang paling berpotensi menyumbang investasi di Buleleng meliputi perikanan, pariwisata, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Di sektor pertanian, misalnya, terdapat investasi pada tanaman anggur dengan produk olahan minuman wine, serta budidaya perikanan yang banyak berkembang di wilayah barat dan timur Buleleng.

“Banyak tumbuh investasi yang paling diminati pada sektor mikro, seperti pengolahan industri kecil, UMKM, kuliner, dan pengolahan pangan. Yang diminati sekarang ini kan dengan adanya coffee shop–coffee shop sangat menunjang angka pertumbuhan,” beber dia.

Lebih lanjut, DPMPTSP Buleleng juga terus mempercepat proses perizinan dasar untuk mendukung realisasi investasi hingga akhir tahun. Strateginya adalah dengan promosi aktif dan kemudahan layanan publik berbasis digital agar investor semakin mudah dalam pengurusan izin.

“Nah, dengan adanya digitalisasi mempermudah semua proses pelayanan itu akan dapat menumbuhkan investasi yang berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga output-nya nanti adalah indeks kepuasan masyarakat akan meningkat,” tandas Agus Widi. *mzk

Komentar