Bupati Yakin Festival Nusa Penida Tetap Jadi Magnet Wisatawan
Polemik Lift Kaca Jadi Sorotan
SEMARAPURA, NusaBali - Polemik proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung ramai jadi sorotan publik. Pemerintah Kabupaten Klungkung memastikan polemik itu tidak akan mengganggu pelaksanaan Festival Nusa Penida ke-8 tahun 2025. Justru, momentum ini dinilai bisa menjadi refleksi sekaligus pendorong untuk membalikkan situasi guna memperkuat citra positif pariwisata Nusa Penida di mata dunia.
Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, Festival Nusa Penida digelar pada tanggal 6–9 November 2025 di Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Batununggul, Caspla Beach Club, dan Amarta Nusa Penida. Festival dibuka secara resmi pada Jumat (7/11). Diharapkan menjadi ajang promosi besar bagi daya tarik wisata dan potensi budaya di Nusa Penida. Menurut Bupati Satria, dinamika yang muncul akibat pro kontra proyek lift kaca tidak perlu ditanggapi secara negatif.
Sebaliknya, hal itu bisa menjadi ‘vitamin’ untuk mendewasakan pemerintah daerah maupun masyarakat dalam menentukan arah pembangunan ke depan. “Dinamika dari polemik proyek lift kaca itu justru vitamin yang akan mendewasakan kita dalam menghadapi persoalan ke depan. Itu menjadi cermin bagi kami agar lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan,” ujar Bupati Satria saat press rilid Festival Nusa Penida ke-8 di rumah makan kawasan Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (3/11).
Bupati Satria menegaskan, Nusa Penida membutuhkan perhatian dan kepedulian semua pihak. Dia berharap viralnya isu proyek lift kaca tidak sampai mengganggu semangat masyarakat dalam membangun pariwisata yang berkualitas. “Jangan dilihat dinamika yang terjadi sekarang sebagai hambatan untuk maju. Itu bisa menjadi semacam momentum untuk mendewasakan kita agar ke depan Nusa Penida benar-benar tergarap dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Selain persoalan tersebut, Bupati Satria juga menyinggung keterbatasan pasokan listrik yang menjadi keluhan masyarakat dan pelaku usaha sejak awal Oktober akibat kebijakan pemadaman bergilir. Dia menegaskan sudah meminta Dinas Pariwisata berkoordinasi dengan PLN UP3 Bali Timur agar selama festival berlangsung tidak ada gangguan kelistrikan. “Jangan sampai di areal festival terjadi pemadaman. Setiap titik lokasi acara agar menjadi fokus PLN dalam penyediaan listrik,” tegasnya.
Dengan berbagai upaya itu, Pemkab Klungkung berharap Festival Nusa Penida ke-8 tetap menjadi daya tarik utama wisatawan, sekaligus simbol optimisme bahwa pariwisata Nusa Penida tetap tumbuh meski di tengah berbagai dinamika pembangunan. 7 k24
Komentar