Kunjungan Wisman ke Bali Pada September Turun
Wisatawan Asing
Wisatawan Domestik
Badan Pusat Statistik (BPS)
Kepala BPS Provinsi Bali
Agus Gede Hendrayana H
DENPASAR, NusaBali - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali pada September 2025 menurun dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tercatat 635.149 kunjungan wisman, atau turun 6,99 persen dibanding Agustus yang mencapai 682.866 kunjungan.
Meski begitu, industri akomodasi masih menunjukkan kinerja stabil dengan tingkat hunian hotel berbintang mencapai 68,17 persen, sedangkan hotel nonbintang di angka 46,51 persen.
Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana H, mengatakan penurunan ini tidak perlu dikhawatirkan karena masih dalam kisaran fluktuasi musiman.
Ia menjelaskan, wisatawan asal Australia masih menjadi pengunjung terbanyak dengan pangsa 24 persen atau sekitar 152.440 kunjungan, disusul oleh Tiongkok, India, Prancis, dan Korea Selatan.
“Dari lima besar negara asal wisatawan, kunjungan dari Prancis tercatat mengalami penurunan paling dalam, yakni mencapai 30,25 persen dibanding bulan sebelumnya,” ujar Gede Hendrayana dalam Rilis Berita Resmi Statistik Indikator Strategis Provinsi Bali yang diikuti secara daring, Senin (3/11).
Meski ada penurunan bulanan, secara akumulatif periode Januari hingga September 2025 justru menunjukkan tren positif. Total ada 5,29 juta kunjungan wisman ke Bali selama sembilan bulan pertama tahun ini, meningkat 11,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Wisatawan asal Australia tetap menjadi penyumbang terbesar, dengan 1,21 juta kunjungan tercatat sepanjang tahun ini.
Sementara itu, tingkat penghunian kamar (TPK) istilah untuk persentase okupansi atau keterisian kamar hotel pada hotel berbintang mencapai 68,17 persen di bulan September. Angka ini sedikit menurun 1,37 poin dibanding Agustus, namun jika namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, justru meningkat 1,83 poin dari 66,34 persen pada September 2024.
Menariknya, kenaikan tertinggi justru tercatat pada hotel bintang satu.
“Peningkatan TPK (year on year) tercatat pada tiga kelas hotel berbintang, dengan peningkatan tertinggi pada kelas hotel bintang 1 sebesar 6,85 persen poin,” kata Hendrayana.
Rata-rata lama menginap tamu juga mengalami peningkatan. Wisatawan kini tinggal lebih lama di Bali, dengan rata-rata 2,92 malam untuk hotel berbintang. Durasi ini naik tipis dari Agustus yang tercatat 2,91 malam, dan naik 0,13 poin dibanding tahun lalu.
Jika dirinci, wisman rata-rata menginap selama 3,10 malam, lebih lama dibanding wisatawan domestik (wisnus) yang rata-rata tinggal 2,56 malam.
“Tamu asing paling lama menginap di hotel bintang dua hingga 4,05 malam, sedangkan tamu lokal lebih betah di hotel bintang lima dengan durasi rata-rata 3,14 malam,” terangnya.
Untuk hotel nonbintang, tingkat huniannya tercatat 46,51 persen, turun 3,75 poin dibanding Agustus. Secara tahunan, okupansi juga turun 2,32 poin dari September 2024. Namun rata-rata lama menginap di hotel jenis ini tetap stabil, yakni 2,53 malam. Wisatawan asing tinggal lebih lama, sekitar 2,79 malam, sedangkan wisatawan lokal hanya 1,85 malam.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, tingkat hunian kamar gabungan (hotel bintang dan nonbintang) di Bali mencapai 59,27 persen pada September 2025. Kabupaten Badung yang mencakup kawasan wisata Kuta, Seminyak, Canggu, dan Nusa Dua masih menjadi daerah dengan tingkat hunian tertinggi, yakni 66,41 persen. tr
Komentar