Lagi, Bangli Dilanda Pohon Tumbang
BANGLI, NusaBali - Kejadian pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang kembali terjadi di Bangli. Di antaranya, di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli, di sekitar kaki Gunung Abang. Kejadiannya Selasa (4/11) jam 04.00 wita.
Kemudian di Desa Sekaan, masih wilayah Kecamatan Kintamani. Peristiwanya sekitar jam 10.00 wita. Informasinya, sebelum kejadian hujan cukup deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bangli, termasuk di dua lokasi tersebut yakni di Desa Buahan dan Desa Sekaan. Terjangan angin kencang itulah menyebabkan pepohonan bergoyang keras, sampai akhirnya tumbang seperti di Buahan dan Sekaan.
Akibatnya, akvitas warga, terutama arus lalin di jalur kedua lokasi itu sempat terkendala. Seperti di Buahan, pohon tumbang menyebabkan akses lalu lintas jalur Buahan-Trunyan terganggu sebelum dibersihkan secara bergotong royong oleh warga. Demikian juga di Sekaan. Arus lalu lintas normal kembali setelah Tim Reaksi Cepat(TRC) BPBD-DAMKAR bersama,aparat Desa Sekaan dan warga memotong dan membersihkannya.
Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Kabupaten Bangli I Wayan Wardana menyampaikan penghargaan dan terimakasih atas atas kesigapan kerja sama semua pihak sehingga penanganan cepat bisa dilakukan akhirnya pelayanan dapat berjalan lancar .
"Masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi serta dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, tanah longsor, banjir, sambaran kilat petir, " ujar Wayan Wardana didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik I Ketut Agus Sutapa.
Dia minta masyarakat mengikuti himbauan Pemerintah (BMKG, BNPB, BPBD). "Oleh BMKG situasi ini diprediksi masih akan berlangsung sampai besok dan tidak menutup kemungkinan akan berpotensi masih terjadi dalam sepekan kedepan, " tandasnya.
Pantauan Selasa kemarin, hujan dan angin kencang kembali terjadi lewat tengah hari. Di Kota Bangli dan, sekitarnya angin kencang dan hujan memang tak berdampak signifikan. Namun demikian cukup membuat kotor jalanan dari guguran dedauan dan patahan ranting pohon perindang jalan. Sementara tumpukan sampah yang belum terangkut kemudian diterpa hujan, menimbulkan pemandangan tak sedap.7k17
Komentar