Pohon Tumbang Timpa Truk, Lalin Tersendat Hampir 2 Jam
NEGARA, NusaBali - Sebuah truk pengangkut kulkas tertimpa pohon tumbang di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Senin (3/11) malam.
Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan kerugian materiil hingga sekitar Rp 10 juta dan sempat melumpuhkan arus lalu lintas (lalin) selama hampir 2 jam. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, insiden truk terimpa pohon tumbang itu terjadi pada sekitar pukul 19.00 Wita. Laporan peristiwa itu diterima oleh Pusdalops BPBD Kabupaten Jembrana dari Kasi Trantib Kecamatan Melaya. "Ada dua pohon yang tumbang di tempat yang sama. Salah satu pohon itu tumbang menimpa sebuah truk," ucapnya.
Berdasarkan hasil kaji cepat oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu II, Regu III, dan Staf Pusdalops BPBD Jembrana, diketahui bahwa dua pohon besar yang tumbang adalah jenis Flamboyan dan Mahoni. Pohon Flamboyan itu memiliki tinggi sekitar 20 meter dengan diameter 60 centimeter. Sementara yang pohon Mahoni setinggi 15 meter dengan diameter 30 centimeter.
Agus Artana menjelaskan, peristiwa itu bermula dari adanya salah satu dari dua pohon di lokasi yang sama tersebut dalam posisi miring ke arah jalan. Miringnya pohon tersebut diduga dipicu cuaca ekstrem. Kemudian, sebuah truk kontainer yang melintas di lokasi sempat menabrak batang pohon tersebut sehingga roboh bersama pohon di sebelahnya.
Nah, salah satu pohon yang roboh akibat ditabrak truk kontainer itu menimpa sebuah truk fuso yang berada di belakangnya. Truk fuso bernopol DK 8894 DN yang membawa kulkas itu tepat tertimpa pada bagian bak dan terjepit. "Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, estimasi kerugian akibat kerusakan barang muatan berupa kulkas itu diperkirakan mencapai Rp 10 juta," ujar Agus Artana.
Selain kerugian materiil, dampak paling signifikan dari kejadian ini adalah terganggunya jalur utama Denpasar–Gilimanuk. Kejadian truk tertimpa pohon tumbang itu sempat memicu kemacetan. Setelah menerima laporan, petugas BPBD Jembrana langsung melakukan upaya penangan.
Proses pembersihan pohon tumbang yang juga melibatkan pihak kepolisian, TNI, dan masyarakat, itu dimulai pukul 19.20 Wita. Berkat kerja keras tim gabungan, jalur kritis tersebut berhasil dibersihkan dan dipastikan kondusif untuk dilalui kembali pada pukul 20.42 Wita atau berselang hampir 2 jam sejak kejadian pohon tumbang tersebut. "Arus lalu lintas sempat buka tutup dan terjadi kemacetan hingga sepanjang 3 kilometer," kata Agus Artana.
Berkenaan musim hujan akhir-akhir ini, Agus Artana mengatakan sudah ada upaya penanganan terhadap beberapa pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jalan untuk tetap waspada.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat melintas di wilayah yang banyak terdapat pohon perindang besar di tepi jalan. Apalgi jika terjadi angin kencang atau hujan lebat," ucap Agus Artana.7ode
Komentar