Trek-trekan Marak di Ungasan
Didominasi Anak di Bawah Umur
MANGUPURA, NusaBali - Aksi trek-trekan kembali meresahkan warga di wilayah Kuta Selatan. Kali ini balapan liar terjadi di Jalan Bali Cliff, Desa Ungasan, pada Jumat (31/10) dan Sabtu (1/11). Ironisnya sebagian adalah anak di bawah umur yang baru saja dibina sehari sebelumnya.
Kepala Pelaksana II Satlinmas Desa Ungasan, I Wayan Narka, mengatakan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 17.00 Wita yang terganggu oleh suara bising sepeda motor dan aksi berbahaya di jalan. Dalam penertiban pertama, petugas mengamankan lima anak berusia 13 hingga 14 tahun, seluruhnya masih duduk di bangku SMP. Mereka diketahui berasal dari wilayah Ungasan dan Pecatu.
“Iya semuanya masih anak-anak. Kelima anak itu kami bawa ke Kantor Desa Ungasan untuk diberikan pembinaan,” ujarnya dikonfirmasi pada Senin (3/11).
Sebagai langkah pembinaan, mereka dipanggil bersama orang tua masing-masing dan diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Sepeda motor yang digunakan pun sempat ditahan karena tidak memenuhi standar keamanan, seperti tidak dilengkapi dek, bannya kecil, dan menggunakan knalpot brong.
Sementara itu, pada Sabtu (1/11) petugas kembali menerima laporan serupa dari warga. Aksi trek-trekan terjadi di lokasi dan waktu yang sama. Kali ini, tiga anak kembali diamankan, salah satunya bahkan masih berusia 11 tahun dan duduk di bangku SD. Bahkan, salah satu di antara mereka ternyata adalah anak yang baru dibina sehari sebelumnya.
“Di hari Sabtu, bapaknya datang untuk ambil sepeda motornya, katanya akan dikembalikan sesuai standar. Tapi, baru saja sepeda motornya kita keluarkan dari kantor desa, ternyata lagi dilarikan (dipakai, Red) oleh anaknya,” jelas Narka.
Dia mengakui, sejauh ini penanganan terhadap mereka masih bersifat edukatif. Namun jika perilaku serupa terus terulang, pihaknya tak menutup kemungkinan akan melimpahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. “Selain itu, kami akan tingkatkan pengawasan melalui patroli, utamanya pada ruas-ruas jalan yang biasa digunakan (aksi trek-trekan, Red),” tegasnya. 7 ol3
Komentar