nusabali

Puing Bangunan Berserakan di Pantai Bingin

Warga dan Wisatawan Keluhkan Kondisi Semrawut

  • www.nusabali.com-puing-bangunan-berserakan-di-pantai-bingin

Selain merusak pemandangan, puing-puing yang berserakan itu juga berisiko bagi keselamatan pengunjung dan peselancar.

MANGUPURA, NusaBali
Kondisi pesisir Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, masih tampak semrawut pasca pembongkaran puluhan bangunan ilegal beberapa waktu lalu. Sisa-sisa material seperti puing beton, kayu, hingga potongan besi terlihat berserakan di area pantai. Kondisi itu kini menimbulkan keluhan dari kalangan warga maupun wisatawan.

Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengaku menyayangkan kondisi tersebut. Dia mengungkapkan bahwa kondisi saat ini menyisakan masalah baru bagi masyarakat, aktivitas nelayan, hingga wisatawan. “Pantai Bingin ini terkenal dengan sport center surfing, tapi sekarang dikeluhkan oleh warga lokal maupun wisatawan asing. Puing-puing di pantai ada yang dibawa ke pasir dan ditimbun, sehingga terlihat jorok dan tidak bagus secara estetika,” ujarnya, Minggu (2/11) siang.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Badung itu menjelaskan, penimbunan puing di area pantai justru berpotensi menimbulkan bahaya ketika gelombang pasang datang. “Pas air pasang nanti (puing-puingnya, Red) akan muncul. Sekarang ditimbun oke lah tidak terlihat karena surut. Begitu air pasang kan itu ketarik, sehingga puing-puing itu akan terlihat dan tidak bagus,” kata Sumerta.

Menurutnya, selain merusak pemandangan, puing-puing yang berserakan itu juga berisiko bagi keselamatan pengunjung dan peselancar. Sebab, peminat peselancar di Pantai Bingin hingga saat ini masih ramai. Dia pun tak memungkiri kalau masyarakat dan wisatawan telah menyampaikan banyak keluhan mengenai kondisi tersebut.

“Saya banyak menerima keluhan dari warga sekitar dan wisatawan yang merasa tidak nyaman. Setelah ada keluhan, malah puingnya ditimbun. Ini berpotensi digerus ombak saat gelombang tinggi atau rob dan akhirnya pantai jadi terlihat jorok lagi,” kata Sumerta lagi.

Terkait hal itu, pihak desa adat telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Badung sebagai pelaksana kegiatan penertiban dan pembersihan. Namun, hingga kini hasilnya belum memuaskan.

Sumerta juga meminta agar pembersihan dilakukan sesuai dengan komitmen awal, yakni benar-benar menyingkirkan material sisa bangunan dari kawasan pantai, bukan sekadar menutupinya dengan pasir. “Kami minta kepada Satpol PP dan Dinas PUPR agar segera menuntaskan pembersihan itu sesuai janji semula. Jangan hanya menimbun, karena nanti kalau pasir tergerus, puingnya muncul lagi,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan proses pembongkaran dan penertiban bangunan ilegal di Pantai Bingin telah rampung. “Sudah selesai, mengenai penataan selanjutnya ditangani oleh dinas lainnya,” ucapnya.

Disinggung soal keberadaan puing-puing yang tampak ditimbun dengan pasir dan dikhawatirkan akan tergerus saat gelombang tinggi, Suryanegara menjelaskan bahwa pihaknya sudah beberapa kali melakukan pembersihan lanjutan. “Sebenarnya sudah beberapa kali kita tarik puing-puing itu sampai ke dalam jauh ke atas, namun dengan naiknya air laut dan ombak itu ketarik lagi,” kata Suryanegara. 

Dia mengatakan saat ini tengah mengajukan persetujuan pergeseran dana untuk sewa alat berat, mengingat anggaran awal yang digunakan untuk pembongkaran sudah habis terpakai. “Jadi kalau mau melanjutkan pembersihan kita menunggu persetujuan pergeseran anggaran, setelah itu baru bisa dilanjutkan lagi pembersihannya,” jelasnya. 7 ol3

Komentar