nusabali

Taman Mekar SDN 4 Munduk Jadi Ruang Edukasi Konservasi Air bagi Siswa

Yayasan IDEP Selaras Alam Kucurkan Hibah Rp 6 Juta dan Bangun Sumur Imbuhan 32 Meter

  • www.nusabali.com-taman-mekar-sdn-4-munduk-jadi-ruang-edukasi-konservasi-air-bagi-siswa
  • www.nusabali.com-taman-mekar-sdn-4-munduk-jadi-ruang-edukasi-konservasi-air-bagi-siswa
  • www.nusabali.com-taman-mekar-sdn-4-munduk-jadi-ruang-edukasi-konservasi-air-bagi-siswa

SINGARAJA, NusaBali.com — Halaman SD Negeri 4 Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng yang dulunya gersang kini tampak asri dan hijau. Taman yang diberi nama Taman Mekar ini tidak hanya dilengkapi kolam ikan dan pancuran air, tetapi juga menjadi ruang edukasi lingkungan bagi para siswa.

Transformasi halaman sekolah ini tak lepas dari dukungan Yayasan IDEP Selaras Alam yang mengucurkan hibah sebesar Rp 6 juta untuk pembangunan taman ramah lingkungan tersebut.

Plt Kepala SDN 4 Munduk, Gede Dedy Suwartawan, menjelaskan pembangunan taman ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan sekolahnya menempati tiga besar Lomba Tirtanovasi yang digelar IDEP Foundation.

Bantuan dari IDEP ini karena SDN 4 Munduk menjadi salah satu pemenang Tirtanovasi yang gagasannya dicanangkan sejak masa kepala sekolah sebelumnya, Ida Ayu Sasmita. “Beliau sudah pensiun, dan saya melanjutkan program tersebut,” ujar Dedy Suwartawan, Jumat (31/10/2025).

Ia mengatakan, Taman Mekar dirancang bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi juga sebagai sarana belajar konservasi air. Di taman ini, para siswa diajak mengenal tanaman penyimpan air seperti pohon beringin, kayu tulak, dan pohon peji.

“Taman ini nyaman, rindang, dan dilengkapi meja serta kursi. Anak-anak bisa belajar sambil menikmati suasana. Mereka juga diberi edukasi cara memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos,” jelasnya.

Selain itu, taman ini dilengkapi komposter sederhana dan sistem waste management agar anak-anak terbiasa menjaga lingkungan.


Sementara itu, perwakilan IDEP Selaras Alam, Edward Angimoy, mengatakan lomba Tirtanovasi digelar untuk mendorong masyarakat memiliki inisiatif dan solusi nyata dalam konservasi air.

“SDN 4 Munduk ini kami pilih karena memiliki inovasi nyata, yaitu sistem konservasi air, penanaman pohon tahan musim kering, dan pengelolaan taman hijau yang mampu menyimpan air,” ujar Edward.

Menurutnya, pendekatan edukatif di taman sekolah merupakan cara efektif menanamkan kesadaran konservasi sejak dini. “Di taman ini ada sistem pengelolaan sampah, komposter, dan informasi penting tentang konservasi air. Pendekatan sederhana tapi inovatif seperti ini sangat penting,” tegasnya.

Tak hanya membantu pembangunan taman, IDEP juga membangun sumur imbuhan sedalam 32 meter di SDN 4 Munduk dengan nilai sekitar Rp 50 juta. Sumur ini berfungsi untuk menyuntikkan air ke lapisan tanah dalam (aquifer) guna menjaga ketersediaan air tanah di wilayah Bali.

Selain SDN 4 Munduk, dua sekolah lain juga menjadi pemenang Tirtanovasi. SMA Negeri 1 Penebel, Tabanan menerapkan Sistem Tower Ganda untuk menampung air hujan dan mendaur ulang air limbah cuci tangan menjadi air penyiraman tanaman. Sementara SD Negeri Besan, Dawan, Klungkung mengembangkan Taman Hujan Sekolah yang menampung air hujan dari atap ruang kelas dan menyalurkannya ke taman resapan untuk kebutuhan irigasi dan kebersihan.

“Harapan kami, semakin banyak sekolah melakukan hal serupa. Konservasi air tidak hanya soal teknologi, tapi tentang perubahan perilaku sejak dini,” pungkas Edward.

Komentar