nusabali

Pasar Murah di Banjar Tampak Gangsul, Warga Antusias Dapat Harga Terjangkau

Langkah Konkret Denpasar Kendalikan Inflasi dan Ringankan Warga Pascabanjir

  • www.nusabali.com-pasar-murah-di-banjar-tampak-gangsul-warga-antusias-dapat-harga-terjangkau

DENPASAR, NusaBali - Dalam upaya mengendalikan inflasi dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) menggelar pasar murah di Banjar Tampak Gangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Denpasar Utara, Jumat (24/10/2025). Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WITA dan mendapat sambutan antusias dari warga sekitar.

Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dangin Puri Kauh, Dwi Suta Negara, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah situasi ekonomi yang menantang.

“Program pasar murah ini langkah luar biasa dari Pemerintah Kota Denpasar dalam mengatasi inflasi harga. Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dan kerja sama yang dilakukan Disperindag,” ujar Dwi Suta Negara.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pasar murah ini diharapkan dapat menyasar warga di lima banjar yang termasuk dalam wilayah Desa Dangin Puri Kauh, yakni Banjar Tampak Gangsul, Banjar Belaluan, Banjar Belaluan Sad Mertha, Banjar Tengah, dan Banjar Puncak Sari.

“Minimal dari lingkungan banjar kami dulu yang bisa menikmati harga lebih murah di tengah kondisi serba mahal seperti sekarang,” katanya.

Selain menjual bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran, kegiatan ini juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi warga. Harga yang ditawarkan selisih antara Rp3.000–Rp5.000 lebih murah dari harga pasar.

“Contohnya, gas elpiji 3 kilogram di pasar biasanya Rp20.000, di pasar murah dijual Rp17.000–Rp18.000. Gula pasir yang di pasar Rp10.000 kami jual Rp7.000–Rp8.000,” terang Dwi Suta.

Menurutnya, pasar murah ini juga menjadi langkah strategis untuk membantu pemulihan ekonomi warga pascabanjir yang sempat melanda wilayah tersebut pada 10 September lalu.

“Kami belajar dari pengalaman kemarin saat banjir. Semoga kegiatan ini bisa meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka,” harapnya. *m03

Komentar