Ciptakan Inovasi Aplikasi Merapat-Retas
Pengawas di Buleleng Sabet Juara 1 Pengawas Dikdas Dedikatif
I Gusti Agung Oka Yadnya
Penghargaan
Aplikasi Merapat-Retas
Dikdas Dedikatif tingkat Provinsi Bali
GTK 2025
SINGARAJA, NusaBali - Tantangan jarak antar sekolah yang berjauhan di Buleleng justru memantik lahirnya inovasi baru dari pengawas sekolah. I Gusti Agung Oka Yadnya, pengawas SMP di Buleleng, berhasil menciptakan aplikasi kembar ‘Merapat-Retas’ sebagai sistem pengawasan daring yang efektif.
Inovasi ini mengantarkannya meraih Juara I tingkat Provinsi Bali dalam Apresiasi GTK Tahun 2025 kategori Pengawas Dikdas Dedikatif.
Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng ini mengaku, ide tersebut muncul dari kondisi di lapangan. Dia sempat mendampingi seluruh sekolah jenjang SMP seorang diri setelah beberapa rekan sejawat memasuki masa purnabakti.
“Buleleng cukup luas dan jarak antar sekolah rata-rata berjauhan, belum lagi banyak medan yang ekstrem,” ungkap mantan Kepala SMP Negeri 6 Singaraja ini, Jumat (31/10).
Kendala itulah yang mendorongnya berinovasi lewat media daring yang disebut aplikasi kembar. Dua sistem itu masing-masing memiliki fungsi berbeda namun saling terhubung. Aplikasi Merapat (Media Udara Respon Cepat) digunakan sekolah untuk melaporkan masalah yang dihadapi. Sedangkan Aplikasi Retas (Respon Prioritas), digunakan pengawas untuk menerima dan menindaklanjuti laporan berdasarkan tingkat urgensi.
Dengan sistem ini, Agung Oka Yadnya mampu menentukan skala prioritas pendampingan secara cepat. “Pendampingan jadi lebih efektif karena bisa tepat sasaran dan tepat waktu,” ujar pengawas dengan segudang prestasi ini.
Inovasi ini kemudian dilombakan dalam ajang Apresiasi GTK Tahun 2025 yang digelar di Nirmala Hotel & Convention Center Denpasar, Rabu (30/10). Lomba yang diikuti tenaga pendidik dan kependidikan dari berbagai jenjang ini melewati dua tahap penilaian, yakni penilaian karya secara daring dan presentasi luring pada 24–27 Oktober.
Pada puncak kegiatan yang dirangkaikan dengan seminar pendidikan itu, Agung Oka Yadnya diumumkan sebagai Juara I Pengawas Dikdas Dedikatif. ASN yang telah mengabdi lebih dari 40 tahun ini sekaligus menjadi wakil Bali untuk ajang tingkat nasional.
Juara Pamuncak Guru Berprestasi Nasional tahun 2010 ini memandang inovasi adalah bagian dari tanggung jawab profesi. “Kita harus terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan zaman. Pendampingan yang efektif akan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan pendidikan di sekolah,” papar dia.7 k23
Komentar