Dishub Gelar Pengawasan Lalin di Sanur, 9 Kendaraan Diperiksa dan 1 Diderek
DENPASAR, NusaBali - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar bersama unsur TNI, Polri, dan desa adat melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengendalian efektivitas kebijakan lalu lintas dan angkutan jalan di kawasan Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (31/10).
Kegiatan yang berlokasi di Jalan Danau Tamblingan tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 Wita hingga selesai dan melibatkan total 40 personel lintas instansi.
Tim gabungan terdiri atas unsur Polri sebanyak 2 personel, TNI 2 personel, Dishub Denpasar 14 personel, serta dukungan dari Kesbangpol, Perumda Parkir, desa adat, Bupda Intaran, Bakamda Intaran, hingga perwakilan kelian adat di empat wilayah Sanur — Batu Jimbar, Semawang, Taman Sari, dan Sindu Klod. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari komunitas Sanur Bersatu.
Kabid Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Denpasar I Made Joni, menjelaskan pengawasan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban lalu lintas di kawasan wisata Sanur yang kerap padat aktivitas kendaraan, terutama menjelang akhir pekan.
“Kami rutin melakukan pengawasan untuk memastikan kebijakan lalu lintas berjalan efektif, termasuk penertiban parkir liar dan angkutan tidak sesuai izin,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan, tim gabungan memeriksa sembilan kendaraan yang terdiri atas tiga mobil penumpang pribadi dan enam kendaraan roda dua. Delapan di antaranya diberikan teguran langsung karena sopir berada di tempat saat pemeriksaan. Sementara satu kendaraan terpaksa diderek karena melanggar ketentuan parkir. Tidak ada pelanggaran berat yang dikenakan tilang, baik oleh kepolisian maupun Satpol PP.
Made Joni mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi dengan desa adat untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan wisata. “Kami libatkan kelian adat dan masyarakat lokal agar pengawasan ini juga memiliki efek edukatif bagi warga maupun pelaku usaha di sekitar lokasi,” katanya.
Dia menegaskan, operasi akan terus berlanjut secara berkala di berbagai titik padat lalu lintas. “Penindakan tidak hanya untuk memberi efek jera, tetapi juga memastikan kawasan Denpasar, terutama Sanur sebagai destinasi wisata, tetap tertib dan aman bagi pengunjung,” tegas Made Joni. 7 mis
Komentar