Dua Kelompok Saling Serang, Satu Orang Luka-luka
Sebelum terjadi pengeroyokan, kelompok pelaku dan korban sama-sama datang dari arah Kuta Selatan, melintas di Jalan Raya Sunset Road menggunakan mobil.
DENPASAR, NusaBali
Seorang buruh proyek diketahui bernama Mochammad Saiful, 41, babak belur dalam bentrok yang terjadi di Jalan Mahendradatta, tepatnya di sebelah barat perempatan Merpati, Denpasar Barat, pada Rabu (29/10) petang pukul 18.30 Wita. Korban diserang sejumlah pria asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga mengakibatkan luka terbuka pada pelipis kiri, mata kiri bengkak, luka gores pada perut, memar dan lecet pada punggung bagian kiri, lebam pada pundak, dan kepala bagian kiri bengkak.
Berdasarkan informasi dari saksi-saksi yang dimintai keterangan oleh polisi, pelaku pengeroyokan itu adalah Maksi, Okta, Pranata, Dion, Anzel, Ardi, Yos, Marten, Kandi, Mel, Man, dan Melki. Para terduga pelaku ini semuanya adalah buruh asal Sumba Barat Daya yang bekerja di UD Surya Indah Abadi. Hingga Kamis (30/10) tiga dari 11 orang yang disebutkan itu diduga kuat sebagai pelaku yang memukul korban hingga babak belur.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi dikonfirmasi kemarin siang mengatakan, pengeroyokan itu terjadi diduga karena salah paham. Diceritakan Kompol Sukadi, sebelum terjadi pengeroyokan, kelompok pelaku dan korban sama-sama datang dari arah Kuta Selatan, melintas di Jalan Raya Sunset Road menggunakan mobil.
Pada saat itu, korban bersama delapan orang temannya naik mobil pick up DK 8651 FO. Mereka pulang kerja dari Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, hendak menuju ke Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung. Sementara para pelaku naik mobil truk DK 8179 AJ yang dikemudikan sopir yang belakangan diketahui bernama Kandi.
Mobil yang ditumpangi korban asal Dusun Sumber Arum, RT 002, RW 001, Desa Sambi Rejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur itu posisinya di depan. Tiba di perempatan Jalan Raya Sunset Road - Jalan Raya Imam Bonjol, kedua mobil itu sama-sama belok ke kanan (menuju Jalan Raya Imam Bonjol).
Pada saat belok arah itu, mobil truk DK 8179 AJ yang dikemudikan Kandi menyalip mobil pick up DK 8651 FO secara ugal-ugalan. Disalip dengan cara demikian, spontan korban bersama teman-temannya berteriak marah. Mereka turun dari mobil menghampiri sopir mobil truk tersebut. Mereka mengedor-gedor pintu truk dan meminta sopir turun. Namun sopir truk (Kandi, red) saat itu buru-buru menutup pintu mobil lalu jalan.
Korban dan rekan-rekannya saat itu beranggapan masalah sudah selesai. Ternyata, Kandi menghubungi bosnya berinisial GAMIH, 37, melaporkan mereka diserang orang tak dikenal. Menerima laporan itu GAMIH menyuruh dua orang karyawan lain yang juga sama-sama dari Sumba Barat Daya untuk jemput Kandi dan temannya. Kedua orang suruhan itu diperintahkan untuk mengarahkan Kandi mencari pos polisi terdekat guna membuat laporan.
"Dua orang yang diutus saat itu masing-masing berinisial YNA dan ST. Saat tiba di lokasi kedua saksi melihat Kandi dan teman-temannya diketahui bernama Maksi, Okta, Pranata, Dion, Anzel, Ardi, Yos, Marten, Kandi, Mel, Man, dan Melki sedang mengeroyok korban. Nah, kuat dugaan Kandi juga menghubungi temannya yang lain, sehingga datanglah banyak orang," ungkap Kompol Sukadi.
Sementara keterangan dari korban Mochammad Saiful, kata Kompol Sukadi, sedikit berbeda. Dikatakan, Saiful mengaku benar dia bersama temannya memarahi sopir truk itu saat melintas di Perempatan Jalan Raya Imam Bonjol - Jalan Raya Sunset Road. Korban mengaku marah spontan, karena mobil yang dikemudikan Kandi tiba-tiba memotong jalur. Pada saat itu Kandi minta maaf dan korban menganggap masalah sudah selesai.
Saat tiba di Perempatan Jalan Raya Mahendradatta - Jalan Merpati, tiba-tiba mereka diserang orang tak dikenal yang mengendarai sekitar lima sepeda motor (bukan satu motor seperti keterangan bos para pelaku). Para pengendara sepeda motor itu melempar mobil yang ditumpangi korban menggunakan batu dan memukul pakai besi.
Mendapat penyerangan demikian, sopir mobil pick up berhenti di tengah jalan, lalu turun meladeni para pelaku. Melihat para pelaku bersenjata balok kayu, besi, dan lainnya membuat mereka kabur menyelamatkan diri. Mereka bersembunyi di rumah warga sekitar TKP.
"Sedangkan korban saat itu turun dari mobil mau melerai teman yang dipukul oleh pelaku. Apesnya, korban diserang balik oleh para pelaku menggunakan besi dan benda tumpul lainnya hingga jatuh di aspal. Selain itu mereka juga memukul korban pakai tangan kosong. Sementara teman korban yang ditolongnya itu berhasil kabur," ungkap Kompol Sukadi.
Menerima informasi tentang adanya keributan itu, aparat Polsek Denpasar Barat langsung mendatangi lokasi kejadian. Dari pihak pelaku diamankan 23 orang. Puluhan orang itu semuanya dikeler ke Mapolsek Denpasar Barat. Sementara dari pihak korban diamankan sembilan orang untuk dimintai keterangan.
"Keterangan dari semuanya masih didalami. Saya belum mendapatkan informasi lanjutan tentang berapa orang yang ditetapkan jadi tersangka. Adapun barang bukti yang diamankan adalah palu, sapu, potongan pipa plastic, helm, potongan besi, potongan balok kayu, dan mobil truk DK 8179 AJ," pungkasnya.7 cr80
Komentar