Angka Pernikahan Dini Tinggi, Tim ARPS Cegah Putus Sekolah
Kepala SMAN 2 Banjar Raih Apresiasi GTK
SINGARAJA, NusaBali - Kepala SMAN 2 Banjar, Made Mahendra Eka Purusa, berhasil meraih Peringkat 1 Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dedikatif Jenjang Kepala SMA Tahun 2025.
Penghargaan ini sekaligus mengapresiasi inovasi layanan sekolah yang sukses mencegah siswa putus sekolah akibat menikah dini. Masalah ini menjadi sorotan karena jumlah kasus tinggi di wilayah Banjar.
Ajang Apresiasi GTK 2025 digelar oleh BGTK Provinsi Bali untuk menyambut Hari Guru Nasional. Penilaian melalui tahapan administrasi, pengiriman video praktik baik, hingga presentasi dan wawancara langsung di Denpasar. Mahendra bersaing dengan Kepala SMAN Bali Mandara dan SMAN 2 Denpasar sebelum keluar sebagai pemenang.
Salah satu inovasi unggulan yang diterapkan Mahendra adalah melalui Tim Cekal Anak Rentan Putus Sekolah (ARPS). Tim ini memberikan pendampingan moral dan alternatif pendidikan bagi siswa yang terdampak menikah dini. Program inovasi ini sudah bergulir dua tahun terakhir.
“Sebelumnya angka menikah dini di SMAN 2 Banjar cukup tinggi. Siswa yang menikah dini biasanya memilih putus sekolah karena rasa malu. Kami berusaha mengarahkan mereka tetap melanjutkan pendidikan,” ujar Mahendra dihubungi Kamis (30/10).
Upaya inovatif yang diterapkan mencakup fasilitasi mutasi ke PKBM atau Pendidikan Paket C, dengan memanfaatkan SDM pendukung sekolah, Komite Sekolah, Perbekel, dan tokoh masyarakat sekitar. Pendekatan ini berhasil menurunkan angka siswa putus sekolah akibat nikah dini hingga lebih dari 80 persen.
Prestasi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dapat berjalan selaras dengan inovasi sosial yang berdampak nyata, meningkatkan mutu pendidikan sekaligus kesejahteraan siswa. Keberhasilan SMAN 2 Banjar diharapkan menjadi motivasi bagi pemimpin pendidikan lain di Bali untuk terus berinovasi menghadapi tantangan lokal.
Sebagai pemenang peringkat 1, Mahendra berhak mewakili Provinsi Bali dalam ajang yang sama di tingkat nasional yang akan berlangsung 25 November mendatang. Dia menegaskan, inovasi layanan akan terus disempurnakan sesuai masukan dewan juri agar memberikan dampak maksimal bagi siswa dan pendidikan di Bali.
“Mohon doa restu agar inovasi layanan kami mampu memberikan yang terbaik untuk Bali,” kata Mahendra.7 k23
Komentar