Museum Bali Pamerkan Artefak Alat Permainan Tradisional
DENPASAR, NusaBali - Museum Bali kembali menghadirkan pameran temporer tahunan bertajuk ‘Alila Lalita’ yang mengangkat tema permainan tradisional Bali.
Pameran ini berlangsung pada 27 Oktober hingga 8 Desember 2025, dan terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat.
Kepala UPTD Museum Bali Ida Ayu Made Sutariani, mengatakan pameran ini merupakan bagian dari program rutin untuk memperkenalkan koleksi sejarah yang belum dipamerkan di ruang tetap.
“Kami memiliki lebih dari 16 ribu koleksi, tetapi yang bisa dipamerkan secara permanen hanya 937 karena keterbatasan ruang. Maka dari itu, setiap tahun kami adakan pameran temporer dengan tema berbeda,” ujarnya, Senin (27/10).
Dayu Sutariani menambahkan bahwa tahun-tahun sebelumnya museum menampilkan tema pameran patung dan pameran kain tradisional, sedangkan tahun ini fokus pada permainan rakyat tempo dulu.
“Lewat pameran ini, kami ingin anak-anak zaman sekarang mengenal permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan kebersamaan,” imbuhnya.
Dikatakannya, program pameran temporer ini juga menjadi strategi untuk menarik lebih banyak wisatawan dan masyarakat lokal. “Tujuan utama kami adalah memberikan informasi dan edukasi melalui tema-tema khusus. Museum tidak boleh statis, harus kreatif agar pengunjung selalu punya alasan untuk datang kembali,” ucapnya.
Dayu Sutariani juga menyinggung peningkatan kunjungan pada tahun ini. Berdasarkan data UPTD Museum Bali, periode Januari–September 2025 mencatat 20.550 pengunjung, didominasi wisatawan mancanegara sebanyak 9.168 orang. Sedangkan data tahun sebelumnya, pengunjung wisman tercatat sebanyak 14.033 orang. Sedangkan pengunjung lokal yang didominasi pelajar, pada tahun 2024 yaitu 14.774 orang, sementara hingga September 2025 sebanyak 6.138 pengunjung.
“Kunjungan tertinggi biasanya terjadi saat musim liburan sekolah bagi pelajar dan wisatawan asing di bulan Maret dan September, bisa mencapai 500 pengunjung per hari,” kata Dayu Sutariani.
Harga tiket masuk Museum Bali, bagi wisatawan mancanegara dewasa Rp 100.000 per orang, anak-anak Rp 50.000 per orang. Wisatawan domestik dewasa Rp 30.000 per orang, anak-anak Rp 20.000 per orang. Bagi mahasiswa/pelajar, untuk mahasiswa Rp 10.000 per orang, mahasiswa luar Bali Rp 20.000 per orang. Pelajar Rp 5.000 per orang, pelajar luar Bali Rp 10.000 per orang.
Kendala yang dihadapi Museum Bali saat ini adalah keterbatasan lahan parkir dan tenaga profesional. “SDM seperti edukator dan kurator masih terbatas, tapi kami berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mahasiswa magang dan praktik kerja lapangan. Museum Bali harus inklusif dan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Museum Bali juga tengah menyiapkan pameran imersif dan pembangunan gedung storage baru untuk menyimpan koleksi dengan standar internasional. “Kami ingin Museum Bali terus berkembang, menjadi ruang edukasi yang modern tapi tetap berakar pada budaya Bali,” tutur Dayu Sutariani. 7 cr81
Komentar