nusabali

Curhat Bahlil soal Meme Hingga Harapan Mandiri Energi

  • www.nusabali.com-curhat-bahlil-soal-meme-hingga-harapan-mandiri-energi

JAKARTA, NusaBali - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk pertama kalinya menyambangi wartawan Istana Kepresidenan di ruang media, Jumat (24/10).

Bahlil membicarakan banyak hal, mulai dari kisah hidupnya yang lahir dari orangtua dengan penghasilan terbatas, hingga yang belakangan ini ramai di media sosial, yakni ujaran kebencian berbentuk meme yang baginya sudah menyentuh ranah personal.

“Saya memang sudah biasa dihina sejak masih kecil. Karena saya kan bukan anak pejabat, saya anak orang dari kampung. Ibu saya hanya buruh cuci di rumah orang, ayah saya buruh bangunan,” kata Bahlil.

Lahir di Banda, Maluku Tengah, 7 Agustus 1976, dari pasangan Lahadalia dan Nurdjani, pekerjaan sebagai buruh cuci dan buruh bangunan. Menurut Bahlil, pekerjaan orangtuanya itu bisa saja menjadi dasar hinaan kepada dirinya, seolah hal yang lumrah, sekali pun dia kini sudah menjadi seorang pembantu presiden.

Di media sosial, Bahlil memang menjadi salah satu menteri yang ramai beredar. Tidak dapat dipungkiri, berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM yang dipimpinnya kerap diperdebatkan.

Banyak kebijakan Bahlil yang dinilai menuai pro-kontra karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat. Contohnya saja, larangan pengecer menjual gas elpiji 3 kilogram yang membuat masyarakat kesulitan mencari gas melon. Meski demikian, akhirnya kebijakan itu diralat.

Hal terbaru, nama Bahlil kembali ramai karena isu kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta. Atas hal tersebut, Bahlil menegaskan bahwa kuota impor BBM untuk perusahaan swasta pada tahun ini sudah ditambah 10 persen dibandingkan tahun 2024. Bahlil juga memberikan opsi agar SPBU swasta dapat bekerja sama dengan Pertamina, terkait pembelian BBM.

Dia menduga berbagai meme dan ujaran kebencian terhadap dirinya ini merupakan indikasi adanya pihak yang ingin mencoba mengintervensi kebijakan pemerintah.

Meskipun demikian, Bahlil menyatakan telah memaafkan pihak yang membuat ujaran kebencian berupa meme itu dan meminta sayap organisasi Partai Golkar untuk menghentikan proses pelaporan mereka.

Dia pun menegaskan bahwa ujaran kebencian terhadap seseorang yang menyerang ranah pribadi, apalagi dari segi fisik, tidak dibenarkan.

“Saya pikir ya, kalau ada yang meme-meme, sudah lah saya maafkan. Tidak apa-apa. Sebenarnya kalau kritisi kebijakan itu tidak apa-apa, tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarah ke rasis, itu menurut saya tidak bagus,” katanya.

Menurut Bahlil, kebijakan yang dia buat semata-mata untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo, yakni kedaulatan atau kemandirian energi. Oleh karenanya, dia menegaskan tidak akan mundur, meski meme tersebut berupaya untuk menjatuhkannya.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo Subianto selalu menekankan pentingnya menjalankan ekonomi berkeadilan, seperti yang diatur dalam Pasal 33 UUD 1945.

Bahlil pun menerjemahkan Pasal 33 itu dengan upaya mencapai 80 persen kemandirian energi pada 2029, dengan menekan impor dan meningkatkan lifting migas, hingga transisi energi terbarukan.

Pada September-Oktober, tercatat lifting migas pada September hingga Oktober sudah mencapai 619.000 barel per hari, atau melampaui target APBN 2025, yakni sebesar 605.000 barel per hari.

Untuk mewujudkan kemandirian energi, Bahlil menegaskan tidak bersandar sepenuhnya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab, terdapat berbagai program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran dari APBN, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, Desa Nelayan, dan lainnya.

Selain itu, Kementerian ESDM menargetkan penggunaan bahan bakar solar, dengan campuran 50 persen bahan nabati atau Biodiesel B50, mulai dijalankan pada Semester II tahun 2026.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia masih harus impor solar sekitar 4,9-5 juta ton per tahun, namun jika B50 diimplementasikan, impor bahan bakar, khususnya solar, dapat ditekan, karena produksi BBM sudah tercukupi dengan bioetanol.

Pemanfaatan biodiesel selama periode 2020-2025 telah menghemat devisa hingga 40,71 miliar dolar AS. Dengan penerapan B50 pada 2026, potensi penghematan tambahan diproyeksikan mencapai 10,84 miliar dolar AS hanya dalam satu tahun.

Tidak hanya melalui biodiesel, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengkaji penerapan E10 atau bioetanol dengan campuran etanol sebesar 10 persen di BBM, guna melepas ketergantungan impor etanol.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM menjajaki kolaborasi dengan sejumlah pelaku industri singkong, jagung, dan tebu untuk memenuhi target awal produksi 1,4 juta kiloliter etanol guna mendukung rencana mandatori bioetanol 10 persen (E10) pada 2027. 7 ant

Komentar